Ketua AMVESINDO, Eddi Danusaputro, melihat kebutuhan talenta di sektor venture capital dan startup semakin kompleks.
“Investor saat ini tidak hanya mencari startup yang bertumbuh cepat, tetapi juga tim yang memahami governance, keberlanjutan, serta kesiapan ekspansi global. Melalui MoU ini, kami ingin membantu menciptakan talenta dan founder yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar global, mulai dari fundraising, pengelolaan risiko, sampai kesiapan tata kelola untuk scale-up,” jelasnya.
Selain pelatihan, kedua asosiasi berkomitmen memperkuat aspek kepatuhan dan tata kelola industri melalui sosialisasi regulasi, panduan hukum, serta tools self-assessment yang dapat membantu perusahaan fintech, venture capital, dan startup meningkatkan kualitas operasional serta mitigasi risiko.
Kerja sama ini juga mendukung program Digital × Real Sector Launchpad milik AFTECH, yang bertujuan mendorong transformasi digital sektor riil melalui kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pelaku industri tradisional.
Dengan sinergi AMVESINDO, program tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi berkelanjutan, memperluas akses pendanaan, dan meningkatkan produktivitas sektor riil.