Komika Dono Pradana kembali menyapa penikmat film lewat ‘FOuFO’, film bergenre sci-fi comedy yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026. Menariknya, proyek garapan Bayu Skak ini menjadi debut Dono sebagai co-director, sekaligus membuatnya kembali tampil di depan layar bersama Tretan Muslim dan Benedictus Siregar.

Nama Dono Pradana sendiri sudah tak asing di industri hiburan. Mengawali karier sebagai komika, ia berhasil mempertahankan eksistensinya lewat berbagai proyek, mulai dari film, serial, hingga kini menjajal peran di balik layar sebagai sutradara.

Lantas, seperti apa perjalanan karier Dono Pradana hingga dipercaya menggarap film ‘FOuFO’? Beriku telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (5/7/2026), sejumlah informasi terkait.

Baca Juga: Debut Jadi Pemeran Utama di Film ‘Foufo’, Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Tretan Muslim

Profil Dono Pradana

Pemilik nama lengkap Aditya Rahman Pradana ini lahir pada 16 April 1989 dan tumbuh besar di Surabaya, Jawa Timur. Masa kecil Dono diwarnai kisah yang cukup menarik. Saat masih kecil, ia sempat ikut mengamen bersama teman-temannya. Bukan karena tuntutan ekonomi, melainkan agar tidak merasa berbeda dengan lingkungan pergaulannya.

Mengetahui hal tersebut, sang ibu sempat memarahinya. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, Dono tetap diam-diam mengamen di lokasi yang jauh dari rumah agar tidak diketahui orang tuanya.

Aktivitas itu akhirnya berhenti setelah sebuah yayasan anak memintanya untuk tidak lagi mengamen. Ketika mengetahui alasan Dono ingin membantu meringankan biaya sekolah, yayasan tersebut justru memberikan beasiswa yang menanggung pendidikannya sejak bangku sekolah dasar hingga SMA.

Sebelum dikenal sebagai komika dan aktor, Dono juga sempat bekerja di sebuah perusahaan event organizer milik temannya. 

Perihal kehidupan pribadinya, Dono Pradana telah menikah menikah dengan wanita cantik bernama Merlita Mayasari, pada 7 Januari 2018. Dari pernikahannya itu, keduanya telah dikaruniai seorang anak yang diberi nama Nane.

Perjalanan Karier

Ketertarikan Dono Pradana pada dunia komedi bermula saat ia menyaksikan almarhum Taufik Savalas tampil melawak tunggal dalam acara Comedy Club. Sejak itu, ia mulai menekuni stand-up comedy hingga bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Surabaya. 

Demi fokus mengejar karier sebagai komika, Dono bahkan memutuskan keluar dari pekerjaannya di sebuah event organizer.

Bersama komunitasnya, Dono sempat menggagas sebuah pertunjukan komedi rutin. Meski awalnya hanya sebatas rencana, ia akhirnya memberanikan diri menjalankannya sendiri. Dari situlah lahir Comedy Sunday, sebuah pertunjukan stand-up comedy bulanan yang pertama kali digelar pada 2016.

Perjalanan Dono di dunia kompetisi komedi juga tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia musim kelima, tetapi belum berhasil lolos. Kesempatan kemudian datang pada 2015 saat ia menjadi salah satu finalis 14 besar Stand Up Comedy Academy musim pertama. 

Selain tampil di atas panggung, Dono juga pernah menjadi penyiar di Hard Rock FM Surabaya pada 2017 hingga 2019.

Baca Juga: Profil Bayu SKAK, Perjalanan Karier dari YouTuber hingga Sutradara Film

Namanya semakin dikenal luas setelah membawakan serial dokumenter komedi Bondo Wani yang tayang di kanal YouTube Majelis Lucu Indonesia pada 2019. Lewat serial tersebut, Dono mengangkat berbagai sisi kehidupan di Surabaya dengan gaya khasnya yang jenaka. Salah satu episodenya yang membahas kehidupan orang-orang kaya di Surabaya bahkan ditonton lebih dari enam juta kali dan semakin melambungkan namanya.

Berkat popularitas tersebut, Dono mulai merambah dunia seni peran. Ia dipercaya membintangi Yowis Ben the Series pada 2020, lalu tampil dalam Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale pada 2021. 

Karier Dono di industri perfilman tidak hanya melakoni peran, tetapi juga di balik layar. Pada 2022, ia dipercaya menjadi konsultan komedi untuk film Lara Ati. Setahun berikutnya, Dono kembali terlibat dalam proses kreatif film Sekawan Limo.

Kemampuannya di balik kamera semakin diakui ketika dipercaya menjadi sutradara bersama Etienne Caesar dalam film Pesugihan Sate Gagak. Di 2026, ia kembali mengambil peran sebagai co-director lewat FOuFO, sekaligus turut beradu akting dalam film tersebut.

Keren banget, ya!