Pengamat politik sekaligus kritikus Rocky Gerung akhirnya buka suara setelah diserang sana sini pasca dilantik menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 

Keputusan Rocky masuk istana lantas membuat publik membandingkan sikap politiknya saat era Presiden Joko Widodo dimana pada masa pemerintahan Jokowi, Rocky tampil sebagai salah satu figur yang paling keras melempar kritik buat pemerintah, namun sikapnya mulai melunak di era Prabowo hingga akhirnya ditarik masuk dalam lingkaran kekuasaan.  

Baca Juga: Rocky Gerung Blak-blakan Setelah Jabat Wantimpres: Istana Sarang Korupsi!

Rocky mengatakan, setiap sikap politik yang diambil punya risikonya masing-masing. Ketika ia memilih berdiri di seberang pemerintahan Jokowi selama satu dekade, dirinya kerap dicaci maki oleh pendukung pemerintah, kondisi semacam ini juga terjadi di era Pemerintahan Prabowo ketika ia memilih masuk dalam barisan pendukung pemerintahan ia juga diserang dari berbagai arah. 

"Saya mengambil risiko bermusuhan dengan Jokowi 10 tahun, 80 persen caci maki saya. Sekarang saya tidak caci maki Prabowo, banyak yang caci maki saya. Temen-temen saya ini masih tolol, bukan dungu," kata Rocky Dalam siniar Akbar Faizal Uncensored dilansir Jumat (9/10/2026).

Rocky menegaskan dirinya tetaplah Rocky Gerung yang tetap tampil kritis kendati saat ini dirinya telah menjadi bagian dari pemerintah. Menjadi Wantimpres kata dia adalah kesempatan mengeritik pemerintah dari dekat. 

"Saya bukan kabinet, saya diminta berlokasi di Istana dengan tugas memberi pandangan kritis kepada presiden. Enggak mungkin menteri kasih itu ke presiden, ya ditabok lah. Sebelumnya saya ada jarak, kalau sekarang teriak paling enak langsung ke kuping presiden," ujarnya. 

Rocky kemudian membeberkan alasan paling mendasar dirinya menerima tawaran menjadi Wantimpres. Salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusan itu adalah untuk membantu pemerintahan Presiden Prabowo menuntaskan berbagai masalah di negara ini salah satunya adalah masalah korupsi yang disebutnya kini telah masuk hingga ke lingkaran istana. 

Rocky bahkan blak-blakan mengatakan, sekarang ini istana menjadi sarang korupsi terbesar, istana kini menjadi  tempat bandit dan maling bercokol.

Baca Juga: Ramai-ramai Bela Rocky Gerung

"Kekuasaan yang eksesif yang harus dikendalikan, itu sumber korupsi. Istana itu sarang korupsi, emang. Saya masuk ke situ buat berantas maling-maling yang sembunyi di bawah meja Istana dan pohon beringin," tandasnya.