Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk membubarkann organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) setelah ormas pimpinan Rosario Marshall alias Hercules itu dilbatkan sebagai ‘pasukan keamanan’ pada aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026 lalu.  

Bahkan GRIB Jaya disebut-sebut terlibat dalam sejumlah aksi kerusuhan pasca unjuk rasa di depan gedung DPR RI itu termasuk aksi pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setyawan seorang pedagang cermin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. 

Baca Juga: Ditantang Baku Hantam, Hercules Blak-blakan Soal Keselamatan Habib Bahar Kalau Berani Datangi Kantor Grib Jaya

Bagi Rizal, GRIB Jaya adalah ormas berwatak preman yang tak pantas dijadikan patner pemerintah apabalagi dipelihara. Ormas sama sekali tidak boleh dilibatkan untuk mengamankan situasi dalam sebuah aksi unjuk rasa, pelibatan GRIB Jaya pada demo 27 Agustus 2025 justru mendegradasi wibawa aparat keamanan. 

“Ormas sebagai organisasi preman adalah kepalsuan atau merupakan kejahatan yang terorganisasi (organized crime). Menanggulangi aksi demonstrasi dengan intimidasi kelompok preman bukan saja tidak sehat tetapi bentuk lain dari kepengecutan aparat," kata Rizal kepada wartawan. 

Keterlibatan GRIB Jaya pada aksi unjuk rasa tersebut serta dugaan pengeroyokan yang dilakukan menambah panjang deretaan aksi kekerasan dan kriminalitas yang dilakukan kelompok ini, untuk itu Rizal kembali mendesak supaya pemerintah segera membubarkan organisasi orogan itu. 

“GRIB Jaya memiliki reputasi buruk dalam tindakan premanisme. Berulang terlibat dslam perseteruan dan konflik. Intimidasi dan menakut-nakuti adalah musuh dari perilaku damai, dan tertib hukum. Aksi demonstrasi yang ditunggangi oleh perusuh menjadi kelaziman yang berbahaya. Organisasi preman tidak boleh dihidupkan atau dilindungi," tambahnya. 

“Bubarkan GRIB Jaya dan adili para perusuh penunggang aksi karena mereka adalah ghost rider. Berbaju hitam dan bergerak bagai hantu. Menganiaya dan merenggut nyawa tanpa rasa dosa. Seolah menjadi pembela rakyat dan negara. Faktanya justru merusak kesatuan bangsa," imbuhnya.

Rizal juga meminta aparat untuk mengusut tuntas aksi pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setyawan, para perusuh harus diseret ke mukam dan diganjar hukuman setimpal. 

“Tindakan tegas atas keterlibatan ormas preman dalam kerusuhan adalah kerja mulia dalam membangun efek jera sekaligus mencegah agar negara tidak berubah menjadi negara mafia di bawah kekuasaan kaum gerombolan atau mobokrasi,” tuntasnya. 

Baca Juga: Jejak Hercules: Dari Tanah Abang Menuju Puncak Grib Jaya, Kini Disebut-sebut Terlibat Kerusuhan Demo 27 Agustus

Sekadar info, GRIB Jaya dalam berbagai kesempatan telah membantah keterlibatan anggotanya dalam aksi pengeyokan yang menewaskan Bambang. Anggota GRIB yang diterjukan ketika dikalaim hanya membantu aparat mengamanankan situasi pasca demo. GRIB membantah tuduhan yang menyebut kelompok ini sebagai biang kerok kerusuhan.