PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memboyong desa wisata binaan Bakti BCA ke ajang internasional lewat kegiatan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Ini menjadi wujud komitmen BCA dalam memperluas akses pasar bagi desa binaan ke pasar global, terutama melalui banyak platform perjalanan internasional mulai dari Asia, Eropa, hingga Afrika selama kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.

Digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, kegiatan ini telah menarik minat para pelaku industri pariwisata untuk mengunjungi booth Desa Bakti BCA. Hingga akhir penyelenggaraan event, tercatat ada 64 pelaku industri yang terlibat melakukan diskusi aktif terkait potensi kerja sama dalam memperluas kesempatan bagi desa binaan menjadi salah satu destinasi wisata global. Dalam hal ini, ada potensi kunjungan wisatawan sekitar 124 orang dan potensi pendapatan yang diterima desa mencapai Rp242 juta.

Baca Juga: Cuit Babywear: Cerita UMKM Busana Anak Asal Bandung, Bangkit dari Tekanan dan Naik Kelas Bersama BCA

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan awareness wisatawan mancanegara terhadap desa binaan Bakti BCA. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam rangka memperkuat pertumbuhan sektor pariwisata melalui promosi, pengembangan pasar, dan perluasan jejaring bisnis.

“Akses pasar menjadi satu hal penting yang perlu didorong dalam mengembangkan Desa Bakti BCA. Kami menyadari akses pasar yang luas dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan pertumbuhan sektor wisata di Indonesia. Melalui partisipasi di WITF 2026 serta interaksi langsung bersama puluhan buyers mancanegara, kami ingin membuka peluang kerja sama bisnis yang nyata dan berkelanjutan bagi Desa Bakti BCA,” ujar Hera, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: myBCA JRF 2026 Digelar 22–25 Oktober, 37 Ribu Pelari Siap Ramaikan Jakarta

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga September 2026, terdapat 6.396 desa wisata di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa desa wisata memiliki potensi yang dapat diberdayakan sebagai sumber pemasukan devisa negara, memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Melalui pilar UMKM dan Desa Bakti BCA, perseroan berfokus pada dua program utama, yakni peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan (capacity building), serta perluasan akses pasar (market access) melalui promosi dan pembentukan jaringan kemitraan berkelanjutan.

BCA mengajak 11 desa binaannya untuk hadir mempromosikan paket wisata dan kekayaan daerahnya di WITF 2026, di antaranya Kampung Adat Sijunjung Sumatera Barat, Desa Wisata Dayun Riau, Desa Wisata Limbongan Belitung, Bukit Peramun Belitung, Wisata Wayang Desa Wukirsari Yogyakarta, Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Taro Bali, Desa Wisata Bilebante Nusa Tenggara Barat, Kampung Adat Prai Ijing/Tebara Nusa Tenggara Timur, dan Desa Wisata Pulau Derawan Kalimantan Timur. Paket wisata tersebut diramu untuk menawarkan pengalaman kaya akan budaya dan keindahan alam pedesaan yang menakjubkan, yang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

Langkah Bakti BCA melakukan perluasan akses pasar luar negeri turut berkontribusi pada pendapatan yang diterima oleh Desa Bakti BCA. Pada periode 2024-2025, pendapatan yang diterima Desa Bakti BCA melalui upaya perluasan akses pasar ke luar negeri mencapai Rp536 juta. Di tahun 2026, perluasan akses pasar kembali dilakukan melalui keterlibatan di ITB Berlin dan mencatatkan potential value mencapai Rp1,9 miliar.

Sementara itu, kontribusi BCA terhadap pendapatan desa wisata dan UMKM secara umum tercatat mencapai Rp2,22 miliar pada semester I-2026. Secara rinci, kontribusi untuk sektor UMKM senilai Rp1,92 miliar dan untuk paket wisata senilai Rp301 juta.

“Dalam menjalankan bisnis, BCA percaya akan prinsip menciptakan nilai bersama (creating shared value). BCA percaya bahwa sebagai perusahaan, kami turut tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, sehingga penting untuk secara konsisten menjalankan komitmen kami dalam memberikan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Hera.