Di sisi lain, Tahir melihat negara-negara Timur Tengah memiliki potensi besar sebagai sumber investasi, terutama karena adanya pemilik modal yang berpeluang menanamkan dananya di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Tapi mungkin mereka yang pegang uang, jadi mereka bisa masuk ke tempat kita. Memang di Middle East, di Indonesia ini paling sedikit menurut saya. Mereka masuk ke Singapura malahan lebih besar,” bebernya.
Karena itu, Tahir menyebut, Indonesia perlu lebih meyakinkan investor internasional bahwa Tanah Air menawarkan prospek investasi yang menarik. P
Dikatakannya, Pemerintah memiliki peran penting dalam menyampaikan narasi positif mengenai peluang usaha, potensi ekonomi, serta berbagai keunggulan Indonesia kepada calon investor.
“Kita bisa meng-convince mereka. Nah, saya tidak ahli dalam bidang ini. Saya kira pemerintah pasti punya program yang sudah mantap ya, menjelaskan,” ucapnya.
Tahir juga menyinggung pentingnya kemampuan pemasaran dalam menarik investasi asing. Ia pun mengatakan, jajaran pemerintah yang menangani promosi investasi memiliki figur-figur dengan kemampuan pemasaran yang mumpuni untuk memperkuat upaya tersebut.
“Tell the good story. Saya kira di bawah Pak Rosan Roeslani, Pandu Sjahrir, Dony Oskaria, ya, ini semua orang-orang yang marketing-nya jago lah,” tandas Tahir.