Komisaris Utama Bluebird Group Holding, Noni Sri Ayati Purnomo mengaku dirinya pernah bersusah payah meyakinkan sayang ayah Purnomo Prawiro dalam mengajukan berbagai usulan bisnis.
Ayahnya yang merupakan generasi ke dua pemilik Bluebird itu merupakan CEO yang sangat konservatif.
Ia sukar menerima ide-ide baru yang dianggap bukan menjadi pakem dari perusahaan yang dipimpinnya. Tak hanya ide darinya, usulan sang ibunda yang kala itu menjabat Business Development juga sempat ditolak mentah-mentah sayang ayah.
Baca Juga: Strategi Bluebird Libatkan Manajemen Jadi Pengemudi di Lapangan
“Ayah tidak mau terima ide ibu pada saat itu. Tapi juga namanya ayah ke anak ya, bagaimanapun juga. You have your daughters kan? Oke, ayah tentunya CEO. Saya orangnya sangat optimist. Ayah saya itu sangat konservatif,” kata Noni dilansir Olenka.id Senin (11/5/2026).
Sikap sang ayah yang demikian bikin Noni sadar, bahwa setiap usulan dan ide bisnis dalam perusahaan sekaliber Bluebird memang tidak bisa langsung disetujui begitu saja sekalipun usulan itu datang langsung dari orang seperti dirinya yang merupakan generasi ke tiga dalam perusahaan Bluebird.
Menurutnya, usulan yang diajukan dalam sebuah perusahaan besar macam Bluebird bukan sekadar ide bisnis yang muncul karena melihat ada potensi pasar. Ada aspek penting lainnya yang wajib dilihat dan dikupas mendalam seperti ketersedian modal hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Dia menekankan ide bisnis tak bisa dilihat hanya dari potensi pasar dan nilai ekonominya saja.
Pemikiran seperti ini sudah menjadi landasan dasar ayahnya dalam memutuskan eksekusi satu ide bisnis, maka tak heran jika ide yang disodorkan Noni ditolak mentah-mentah karena ada banyak aspek yang belum dilihat secara tuntas.
Penolakan itu adalah pelajaran penting bagi Noni. Seluruh idenya dikaji ulang secara komprehensif yang akhirnya bisa meluluhkan hati sang ayah.
“Kalau saya mau jualan, saya harus melihat dari sisi yang mau ngebeli gitu. Jadi saya pelajari apa sih yang penting untuk ayah saya. Beliau bisa mengerti dari segi ekonomiknya,” ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Noni Purnomo, Generasi Ketiga Bluebird Group
“Nah itu kan butuh resources, butuh dana juga. Itu saya jualan ke ayah saya itu sampai dua tahun. Meskipun saya diberikan kesempatan yang sama, tapi saya juga harus berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya.