PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih yang lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tercatat, sejak 2007 hingga Triwulan I 2026, nilai pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin perusahaan telah mencapai Rp810,3 triliun, atau dengan lebih dari 36,8 juta debitur. 

Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan peningkatan ini sebagian besar didorong oleh penguatan manajemen risiko dan efisiensi operasional.

Menurutnya, langkah ini menunjukkan kontribusi nyata Askrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Baca Juga: Perluas Jangkauan Literasi Anak Usia Dini, Mobil Pintar Askrindo Resmi Hadir di Soppeng

“Partisipasi aktif kami dalam KUR bukan hanya soal volume, tapi juga keberlanjutan. Kami mengelola risiko secara prudent agar manfaat program ini dirasakan jangka panjang,” ujarnya kepada wartawan dalam acara media gathering di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026).

Lebih lanjut, sejalan dengan hal tersebut, Askrindo terus memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh mulai dari underwriting hingga klaim serta memanfaatkan teknologi dan data untuk menjaga stabilitas portofolio.

"Langkah ini memungkinkan kami dapat menjaga stabilitas kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara terukur," paparnya.

Tambahnya, ke depan Askrindo opimistis prospek industri asuransi kredit tumbus positif, seiring dengan pertumbuhan kredit perbankan sekitar 8-12 persen pada tahun 2026 ini.

“Kami optimis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun kuncinya tetap pada satu hal: tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,” tutup Mahelan.