Hari Raya Iduladha selalu identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun, masih banyak orang yang belum memahami cara menangani dan menyimpan daging kurban dengan benar. Akibatnya, daging menjadi cepat rusak, berbau, bahkan berisiko terkontaminasi bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Menangani daging kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Mulai dari proses penerimaan, pencucian, penyimpanan, hingga pengolahan perlu diperhatikan agar kualitas daging tetap terjaga. Selain menjaga cita rasa, cara penyimpanan yang tepat juga membantu mempertahankan kandungan gizi di dalam daging.

Berikut panduan lengkap cara menangani dan menyimpan daging kurban agar tetap segar, higienis, dan tahan lama.

Jangan Langsung Mencuci Daging Kurban

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan masyarakat adalah langsung mencuci daging setelah diterima. Padahal, daging mentah yang dicuci sebelum disimpan justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri melalui percikan air di area dapur.

Daging kurban sebaiknya tidak dicuci jika belum akan dimasak. Cukup bersihkan bagian yang kotor menggunakan tisu dapur atau lap bersih. Proses pencucian dapat dilakukan sesaat sebelum daging diolah menjadi masakan.

Cara ini membantu menjaga tekstur daging tetap baik dan mengurangi kelembaban berlebih yang dapat mempercepat pembusukan.

Pisahkan Daging Sesuai Jenis dan Porsi

Setelah menerima daging kurban, langkah berikutnya adalah memisahkan daging berdasarkan jenisnya, seperti daging sapi, kambing, jeroan, tulang, maupun lemak. Pemisahan ini penting agar aroma dan kualitas masing-masing bahan tetap terjaga.

Selain itu, bagi daging ke dalam beberapa porsi kecil sesuai kebutuhan memasak harian. Menyimpan daging dalam porsi kecil memudahkan proses pencairan dan menghindari pembekuan ulang yang dapat merusak kualitas daging.

Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan yang bersih dan kedap udara agar daging terlindungi dari kontaminasi.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Ide Olahan Daging Kambing yang Menggugah Selera

Simpan di Kulkas atau Freezer Sesuai Kebutuhan

Cara penyimpanan daging kurban perlu disesuaikan dengan waktu penggunaannya. Jika daging akan dimasak dalam waktu dekat, simpan di chiller atau kulkas bagian bawah dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celcius.

Namun, jika daging ingin disimpan lebih lama, freezer menjadi pilihan terbaik. Daging beku dapat bertahan selama beberapa bulan apabila disimpan dalam suhu minus 18 derajat Celcius.

Pastikan setiap kemasan diberi label tanggal penyimpanan agar lebih mudah memantau masa simpan daging. Hindari menumpuk terlalu banyak daging dalam satu wadah karena dapat menghambat proses pembekuan secara merata.