Anak yang tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh dukungan belum tentu otomatis memiliki kesejahteraan psikologis yang baik. Ada faktor dari dalam diri anak yang turut berperan penting, yakni keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tugas, mencoba kembali ketika mengalami kesulitan, dan menyelesaikan sesuatu dengan usahanya sendiri.

Keyakinan tersebut dikenal sebagai efikasi diri. Penelitian Zahro Malihah, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Keluarga, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University, menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan langsung paling kuat dengan kesejahteraan psikologis anak dibandingkan faktor lain yang diuji dalam model penelitian.

Temuan tersebut merupakan bagian dari disertasinya yang berjudul Model Peningkatan Efikasi Diri dan Kesejahteraan Psikologis Anak Usia Dini. Penelitian ini melibatkan 304 ibu yang memiliki anak usia 4–6 tahun dari 19 taman kanak-kanak di Kecamatan Bogor Barat.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan langsung paling kuat dengan kesejahteraan psikologis anak. Temuan ini membawa satu pesan penting bagi saya. Ketika kita berbicara tentang kesejahteraan psikologis anak, kita tidak cukup hanya melihat apakah lingkungan di sekitarnya sudah baik. Kita juga perlu melihat apakah pengalaman anak di rumah dan sekolah membantu tumbuhnya keyakinan bahwa dirinya mampu,” tutur Zahro, sebagaimana Olenka kutip dari laman IPB University, Rabu (30/9/2026).

Menurut Zahro, efikasi diri tidak dapat disamakan begitu saja dengan rasa percaya diri. Efikasi diri lebih spesifik pada keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu melakukan suatu tindakan atau menghadapi tugas tertentu.

Pada anak usia dini, keyakinan tersebut dapat terbentuk dari berbagai pengalaman sederhana dalam keseharian. Misalnya, ketika anak mencoba mengenakan pakaian sendiri, menyelesaikan permainan, menghadapi sesuatu yang sulit, hingga merasakan keberhasilan setelah berusaha.

“Tujuannya bukan membuat anak selalu berhasil. Anak perlu mengalami bahwa tidak semua usaha langsung berhasil. Ia dapat menghadapi kesulitan, mencoba kembali, dan mendapat dukungan yang tepat. Dari pengalaman seperti itulah keyakinan ‘saya mampu’ dapat tumbuh,” katanya.

Baca Juga: Warren Buffett Punya Cara Sendiri dalam Mendidik Anak, Ini Prinsipnya