Karena itu, dr. Yusri menilai penting bagi setiap orang untuk mengenali bagian mana dari gaya hidupnya yang masih perlu diperbaiki. Pendekatan personal tersebut diharapkan membuat seseorang tidak sekadar mengikuti tren kesehatan, tetapi memahami kebutuhan tubuhnya sendiri.

“Kita sudah membagikan itu menjadi section, eat, move, rest, supaya personally tahu, ‘Oh, kebutuhanku yang paling dominan ada di section yang mana.’ Lalu dengan expertise, kita sudah bikin protokol sesuai kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

dr. Yusri menuturkan, pendekatan tersebut juga dapat membantu mengubah cara seseorang melihat masalah kulit. Alih-alih langsung menyalahkan produk ketika kulit mengalami masalah, seseorang perlu mengevaluasi kembali kebiasaan sehari-harinya.

“Harapannya teman-teman keluar dari skin longevity clinic bukan lagi selalu nyalahin produk. ‘Aku pakai A, B, C, D enggak cocok.’ Jangan-jangan lifestyle kamu yang enggak cocok,” tegasnya.

Ia mencontohkan seseorang yang menggunakan retinol secara rutin, tetapi masih sering tidur dini hari. Atau orang yang sudah menggunakan berbagai produk skincare, tetapi pola makannya kurang baik dan aktivitas fisiknya minim.

“Pakai retinol terus, tapi tidur jam dua. Atau makan tepung terus. Atau geraknya cuma pas long weekend, car free day, tapi weekday-nya rebahan. Kan bukan salah produk,” ujarnya.

Dikatakannya, kondisi tersebut menunjukkan adanya ‘healthy gap’, yaitu bagian dari gaya hidup yang masih perlu diperbaiki. Mengenali kebutuhan tersebut menjadi langkah penting sebelum seseorang terus menambah produk atau melakukan berbagai intervensi.

Hal serupa berlaku pada aktivitas fisik. Seseorang mungkin sudah rajin melakukan kardio, tetapi belum mendapatkan latihan kekuatan yang cukup. Padahal, komposisi dan kekuatan otot juga menjadi bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Nah, sayapengennya teman-teman satu atau dua step lebih pintar dan lebih kenal sama diri sendiri. Jadi kita pengennya teman-teman akhirnya kenal, bukan dari angle kita lagi. Tapi, kita memfasilitasi teman-teman untuk lebih mengenali diri dan kebutuhan diri secara personal,” pungkas dr. Yusri.

Baca Juga: Pentingnya Skin Longevity, Dokter: Kulit Punya Banyak Fungsi Selain Menunjang Penampilan