Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat mengatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seharusnya melakukan blusukan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya tempat itu sangat cocok menjadi destanasi blusukan sebab sangat identik dengan Jokowi.
“Malah tadinya kalau Pak Jokowi ngobrol sama saya, saya sarankan yang pertama dia datangi harusnya IKN dulu, karena kan itu dia banget tuh,” kata Hensat dilansir Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Anak Buah Ibu Mega Soal Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau: Kalau Itu Kepala Banteng Kita Berurusan
Adapun Jokowi melakukan blusukan Jokowi ke Lampung pada Jumat (26/6/2026). Ia melakukan berbagai kegiatan selama tiga hari di sana. Selanjutnya Jokowi bakal ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ke Jawa Barat. Di mana ketiga wilayah itu menjadi basis pendukung Jokowi selama setidaknya 10 tahun belakangan ini.
“Lampung tuh sebetulnya kan memang salah satu kantong suaranya Pak Jokowi, tapi memang untuk memulai sesuatu mungkin pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan sendiri,”ujarnya.
Blusukan yang dipelopori Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu diklaim untuk memenuhi undangan masyarakat. Namun Hensat melihat ada agenda lain di balik kunjungan itu. Dia menilai Blusukan tersebut menjadi momentum bagi Jokowi melihat pengaruh elektoralnya setelah purna tugas menjadi kepala negara dan memilih hengkang dari PDI Perjuangan pada 2024 lalu.
“Memang ada misi pribadi menurut saya di Pak Jokowi. Yang pertama, mungkin dia ingin mengetes popularitas dia, kemudian dia ingin melihat juga dampak elektoral buat dirinya bagaimana," katanya lagi.
Selain menguji respons publik, Hensat juga menilai safari politik Jokowi berkaitan dengan upaya mempersiapkan keluarganya dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Menurutnya, dalam konteks politik Indonesia, faktor keselamatan juga menjadi salah satu pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Pesan di Balik Ritual Injak Kepala Kerbau: Jokowi Siap Ganyang PDI-P di 2029
"Jadi menurut saya, kenapa kemudian Pak Jokowi bergerak langsung, satu karena dia masih muda kemudian dia juga harus berhitung tentang keselamatan dan kesiapan keluarganya di politik Indonesia," pungkasnya.