Growthmates, banyak orang tua menganggap menyiapkan dana pendidikan sebagai investasi terbesar demi masa depan anak. Namun, Certified Financial Planner, Annisa Steviani, memiliki pandangan yang berbeda.
Menurutnya, investasi paling berharga yang dapat diberikan kepada anak justru tidak selalu berkaitan dengan uang, melainkan dimulai dari kualitas diri orang tua.
Annisa menilai, kesehatan mental orang tua menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak. Sebab, anak belajar mengenali dan mengelola emosi dari lingkungan terdekatnya, terutama dari ayah dan ibu.
"Investasi terbaiknya tentu saja adalah kamu yang sehat mental. Karena anak belajar regulasi emosi dari orang tua yang bisa manage emosinya juga," terang Annisa, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (12/7/2026).
Annisa melanjutkan, anak yang tumbuh tanpa sering dimarahi atau dibentak akan merasa lebih aman secara emosional.
Kondisi tersebut, kata dia, turut mendukung perkembangan sistem saraf yang sehat sehingga anak dapat tidur lebih nyenyak, merasa nyaman, dan memiliki teladan yang baik dalam mengelola emosi.
"Anak yang enggak pernah di-tracking, enggak pernah dibentak, nervous system-nya baik. Bisa tidur lebih nyenyak, mereka merasa aman, dan mereka juga punya role model hidup yang sehat," katanya.
Selain kesehatan mental, Annisa menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi keluarga.
Menurutnya, orang tua yang sehat akan memiliki lebih banyak energi untuk mendampingi tumbuh kembang anak setiap hari.
"Visi kamu harus sehat. Kamu makan sehat, kamu olahraga, kamu enggak gampang capek. Bikin kamu lebih leluasa nemenin anak. Investasi di kesehatan, enggak dikit-dikit ngeluh jompo ya. Karena anak kamu deserve orang tua yang sehat fisiknya," jelasnya.
Baca Juga: 3 Bekal Penting Sebelum Investasi Menurut Financial Planner
Annisa juga mengingatkan bahwa waktu berkualitas bersama anak memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan hadiah, liburan, maupun barang-barang mewah.
Menurutnya, meluangkan waktu secara konsisten setiap hari akan memberikan dampak besar terhadap hubungan orang tua dan anak.
"Investasi waktu. Bukan liburan, bukan mainan, bukan barang branded. Tapi meluangkan waktu setiap hari, minimal 15 menit saja quality time sama anak. Nemenin anak main, belajar tanpa diganggu kerjaan apa pun," ungkap Annisa.
Di sisi lain, ia menilai, orang tua juga perlu meningkatkan literasi finansial. Memiliki tabungan atau investasi saja belum cukup apabila tidak memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan yang sehat.
"Udah nabung, udah punya emas, udah investasi, belum tentu literasi finansial kamu baik. Kamu tahu enggak harus punya dana darurat? Tahu enggak harus punya asuransi? Sudah mengusahakan dana pensiun belum? Tahu enggak ciri-ciri investasi bodong? Hal-hal itu sangat ngaruh banget sama masa depan anak," tuturnya.
Sementara itu, dana pendidikan yang selama ini kerap menjadi prioritas utama justru ditempatkan Annisa di urutan terakhir dalam daftar investasinya.
Menurutnya, biaya pendidikan masih dapat direncanakan dan disesuaikan dengan kemampuan keluarga, bahkan tersedia berbagai alternatif seperti beasiswa.
"Investasi dana pendidikan cuma nomor lima. Karena menurutku ini justru yang paling gampang. Kerja, kelola uang, nabung dari anaknya bayi, pilih sekolah yang sesuai kemampuan dan cocok sama value keluarga. Kuliah juga banyak opsi beasiswa," pungkas Annisa.
Baca Juga: Bukan Sekadar Punya Banyak Uang, Ini Tanda Keuangan Anda Sudah Aman Menurut Financial Planner