Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sunscreen yang ‘patchy’ atau terlihat bolong-bolong?

Ricky menjelaskan, kondisi tersebut bisa terlihat ketika lapisan sunscreen yang awalnya tampak merata melalui UV camera mulai terlihat pecah setelah beberapa waktu. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang berkeringat ataupun berada di ruangan ber-AC.

“Jadi kalau di UV cam dia pecah gitu. Awalnya pada saat kita aplikasikan, ada beberapa sunscreen memang rapet, kelihatan rata. Nah, pada saat satu jam kemudian, pada saat keringetan contohnya, atau kayak kita di ruangan ber-AC aja, dia bisa kayak melar, kayak pecah,” jelasnya.

Karena itu, Ricky mengingatkan agar pengguna tidak buru-buru menyimpulkan sebuah sunscreen memiliki perlindungan yang baik hanya berdasarkan tampilan beberapa menit setelah pemakaian.

“Banyak yang ngira, ‘Oh, di UV camera menit pertama udah rapet nih, udah bagus nih.’ Ternyata satu jam, satu setengah jam kemudian dia patchy, dia bolong-bolong. Itu yang harus diperhatiin,” tambahnya.

Di luar urusan produk, Ricky juga mengajak pengguna untuk melihat sunscreen sebagai kebiasaan jangka panjang. Baginya, menggunakan sunscreen bukan sekadar mengikuti tren skincare yang sedang ramai, melainkan bagian dari upaya menjaga kulit dari paparan UV secara konsisten.

“When it comes to sun protection, itu sebenarnya bukan investasi jangka pendek. Itu jangka panjang. So, your skin will thank you later lah,” tukas Ricky.

Ia bahkan mengibaratkan penggunaan sunscreen seperti menabung. Kebiasaan yang dilakukan sejak sekarang akan menjadi bagian dari investasi untuk kondisi kulit di kemudian hari.

“Jadi kayak nabung lah ya. Kamu dari sekarang aware sama paparan UV berlebih setiap harinya. At least bare minimum banget, pakailah sunscreen,” tuturnya.

Dengan pilihan sunscreen yang semakin beragam, mulai dari physical, chemical hingga hybrid, Ricky menilai, pengguna kini sebenarnya memiliki banyak opsi untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan masing-masing.

Namun, ia mengingatkan agar keputusan memilih sunscreen tidak semata-mata didasarkan pada tren atau popularitas sebuah produk.

“Make sure sunscreen yang kalian pakai itu dari brand yang trusted, brand yang udah berpengalaman bikin sunscreen. Itu paling penting sih dalam manusia sekarang. Harus jadi kebiasaan ya, di tengah trend-trend, bukan sekadar mengikuti trend dan viral aja,” pungkas Ricky.

Baca Juga: Yuki Kato Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Kulit, dari Sunscreen hingga Hidrasi untuk Skin Longevity