Belajar langsung di kebun dinilai menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan para pekebun. Hal inilah yang dilakukan 90 peserta Pelatihan Teknik Budidaya Kelapa Sawit (TBKS) Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 saat mengikuti kunjungan lapangan di PT Bimas Raya Sawitindo. Tak sekadar menerima teori di kelas, mereka juga mempraktikkan langsung berbagai teknik budidaya kelapa sawit sesuai standar perusahaan.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan DGL Learning Institute ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara (Hardiantoni, S.H), Kepala Bidang Penyuluhan Kabupaten Bengkulu Utara (Kusno, S.Pd), Estate Manager PT Bimas Raya Sawitindo (Abdin M.T Mahulae) beserta jajaran, Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (M Gema Aliza Putra), instruktur DGL Learning Institute.

Melalui kunjungan lapangan ini, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang baik di lingkungan perusahaan. Materi yang dipelajari meliputi teknik penyemprotan tanaman kelapa sawit, mulai dari pemilihan jenis herbisida, penentuan dosis yang tepat, teknik aplikasi yang efektif, hingga aspek keselamatan kerja.

Selain itu, peserta juga mempelajari teknik pemupukan sesuai kebutuhan tanaman kelapa sawit, meliputi jenis pupuk, dosis, metode aplikasi, serta waktu pemupukan yang tepat untuk mendukung produktivitas tanaman.

Baca Juga: BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan

Tidak hanya itu, peserta juga mempraktikkan teknik pemancangan tanam, yaitu proses penentuan titik tanam sebagai dasar pembangunan kebun kelapa sawit sesuai standar teknis. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan tata letak tanam yang tepat sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dan efisiensi pengelolaan kebun.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, mengatakan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian penting dari metode pembelajaran yang diterapkan DGL Learning Institute.

"Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung standar operasional budidaya kelapa sawit di perusahaan. Dengan demikian, ketika kembali ke daerah masing-masing, peserta telah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang siap diterapkan untuk meningkatkan produktivitas kebun," ujarnya seperti dikutip, Rabu (01/7/2026).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Hardiantoni, S.H., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan praktik lapangan tersebut. Menurutnya, pembelajaran langsung di perusahaan menjadi sarana yang sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi pekebun.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, DGL Learning Institute, serta PT Bimas Raya Sawitindo yang telah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk belajar langsung di lapangan. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menyerap ilmu dan pengalaman dari para praktisi, kemudian menerapkannya di kebun masing-masing sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun," jelas.

Baca Juga: Sinergi Sinara Fest 2026: Langkah Nyata BPDP Dorong UMKM Perkebunan NTB Naik Kelas

Estate Manager PT Bimas Raya Sawitindo menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan kunjungan lapangan sebagai wadah berbagi pengalaman antara perusahaan dengan para pekebun. Menurutnya, praktik di lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan budidaya kelapa sawit yang baik sekaligus berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi di kebun masing-masing.

"Silakan Bapak dan Ibu manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kalau ada kendala atau permasalahan di kebun, jangan sungkan untuk langsung ditanyakan kepada tim kami. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dari perusahaan ini agar nantinya bisa diterapkan di kebun masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan “Tadi juga disampaikan oleh rekan-rekan dari dinas bahwa masih ditemukan beberapa kebun yang pola tanamnya belum sesuai, bahkan ada yang berbentuk jajaran genjang sehingga titik mata lima tidak terbentuk dengan baik. Hal-hal seperti ini yang ingin kita benahi bersama melalui pelatihan dan praktik lapangan, agar ke depan pengelolaan kebun dapat dilakukan dengan lebih baik dan menghasilkan produktivitas yang optimal," pungkasnya.

Melalui rangkaian pembelajaran teori dan praktik lapangan ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para peserta mampu mengadopsi praktik budidaya terbaik, meningkatkan produktivitas kebun, serta menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya perkebunan kelapa sawit yang produktif, profesional, dan berkelanjutan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Baca Juga: BPDP Jalin Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Nilai Tambah Perkebunan

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia. BPDP dibentuk untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan guna mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan nasional. Program BPDP dapat dilihat secara langsung pada www.bpdp.or.id.

PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor perkebunan. Selain menyelenggarakan pelatihan teknis, manajerial, dan sertifikasi, DGL Learning Institute juga merupakan lembaga pelatihan ISPO serta konsultan pendampingan implementasi ISPO bagi perusahaan dan pekebun swadaya. Untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan, DGL juga mengembangkan Learning Management System (LMS) sebagai platform pembelajaran digital yang dapat diakses peserta sebelum maupun setelah pelatihan.