Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sekitar 57 rig, terdiri dari 53 rig onshore, dua rig offshore jenis Jackup, dan dua rig offshore workover yang beroperasi di wilayah lepas pantai Jawa dan Sumatera. Perusahaan juga menjalin strategic alliance dengan ADES, perusahaan jack-up rig terbesar dari Timur Tengah, dan telah mengoperasikan dua unit jack-up secara konsorsium, termasuk rencana operasi di Natuna.
Selain ini, Pertamina Drilling memiliki lebih dari 110 unit jasa penunjang pengeboran, seperti directional drilling, fracturing, dan cementing. Avep menegaskan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan jasa pengeboran dan energi kelas dunia dengan konsep one-stop solution berbasis integrated project management.
“Dengan pengalaman belasan tahun di onshore, Pertamina Drilling merupakan salah satu pemilik armada rig onshore terbesar di Asia Tenggara dan beroperasi dari Sumatera hingga Papua,” kata Avep.
Seiring dengan visi global tersebut, Pertamina Drilling juga mulai melakukan ekspansi internasional, antara lain ke Malaysia dan Timor Leste, serta menjajaki peluang kerja sama di Timur Tengah dan Afrika.
Forum ini turut dihadiri sejumlah pimpinan Subholding Upstream Pertamina, antara lain Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Mery Luciawaty, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PHE Eri Sulistyo Sutikno, serta Direktur Utama PT Elnusa Tbk Litta Indriya Ariesca.
Melalui forum ini, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upstream excellence, mendukung agenda swasembada energi nasional, sekaligus berperan aktif dalam transisi energi yang berkelanjutan.