Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ditentang banyak pihak, rencana mendatangkan mobil dari luar negeri itu dinilai hanya merusak industri dalam negeri. 

Setelah wacana itu ditentang keras sejumlah pihak, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad juga meminta pihak terkait menunda rencana tersebut. 

Baca Juga: Siapa Joao Angelo De Sousa Aktivis Timor-Timur yang Sempat Pimpin BUMN Selama 6 Bulan

Terkait hal itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengaku dirinya sedang mencari waktu menemui Dasco, ia ingin menjelaskan langsung masalah tersebut sekaligus memaparkan  dokumen dan kontrak yang telah dimiliki Agrinas, agar seluruh pihak mendapatkan gambaran yang utuh.

“Saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi,” kata Joao dilansir Rabu (25/2/2026).

Terkait dengan penundaan impor, Joao menuturkan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya mengikuti arahan pemerintah terkait rencana impor pikap dari India.

Joao mengaku pihaknya bakal mengurungkan niat mendatangkan ratusan ribu mobil dari India itu apabila pemerintah dan DPR tidak merestui rencana impor itu, namun dia mengingatkan keputusan menunda proyek tersebut jelas punya konsekuensi 

“Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan kami hentikan dengan segala risiko tadi saya sudah sampaikan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Ahmad Dasco menjadi salah satu pihak yang turut menyoroti wacana tersebut, ia meminta PT Agrinas Pangan Nusantara menunda rencana itu setelah wacana itu berpolemik. 

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu," kata Dasco.

Dia mengatakan, rencana itu seharusnya dibahas secara mendalam bareng Presiden Prabowo Subianto, namun sayangnya sekarang ini Kepala Negara sedang berada di luar negeri. 

Baca Juga: Tanggapan Sejumlah Pihak terkait Rencana Agrinas Impor 105.000 Mobil Pikap dari India

"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," jelasnya.