Untuk memperluas pasar, Mona Hita Ulos juga aktif mengikuti berbagai pameran. Kanal offline tersebut dinilai tetap penting karena memberikan ruang bagi konsumen untuk mengenal secara langsung karakter kain, proses pembuatan, hingga cerita di balik produk.
Di sisi lain, pemasaran digital memungkinkan produk menjangkau konsumen di luar wilayah operasional usaha. Dari kanal digital tersebut, permintaan mulai datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga konsumen di luar negeri, termasuk warga Indonesia yang tinggal di Italia.
Ke depan, Mona ingin memperluas lini produk Mona Hita Ulos dengan menghadirkan kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Selain songket dan ulos, ia berencana memperkenalkan kain dari Karo, Palembang, serta daerah lainnya.
“Jangan hanya songket. Saya ingin ada Karo, Palembang dan kain-kain tradisional lainnya,” kata Mona.
Perluasan produk tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kain Nusantara kepada pasar yang lebih luas. Mona melihat keberagaman kain tradisional Indonesia memiliki potensi untuk terus dikembangkan mengikuti kebutuhan konsumen dan perkembangan fesyen.
Selain memperluas pasar, Mona juga menaruh perhatian pada regenerasi konsumen kain tradisional. Ia ingin produk kain Nusantara dapat semakin dekat dengan generasi muda, termasuk Generasi Z, melalui model dan cara pemakaian yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
“Saya ingin modelnya bisa diterima Gen Z. Mereka tetap cantik memakai ulos, memakai kain tradisional untuk pernikahan atau acara lainnya. Budaya ini tidak akan hilang karena kain-kain ini memang indah dan siapa pun bisa memakainya,” ujar Mona.