4. Alpukat
Buah yang satu ini kaya akan lemak tak jenuh yang menyehatkan, vitamin, serta berbagai nutrisi penting lainnya. Rutin mengonsumsi alpukat tidak hanya mendukung kesehatan kardiovaskular dan manajemen berat badan, tetapi juga membantu tubuh menyerap vitamin D dengan lebih sempurna.
5. Produk Susu Lemak Utuh
Produk susu murni yang masih mempertahankan kandungan lemak alaminya adalah pilihan yang sangat baik untuk dikombinasikan dengan vitamin D.
Selain itu, banyak produk susu di pasaran yang juga sudah difortifikasi (ditambahi) vitamin D guna mencegah defisiensi pada tubuh.
Adakah yang Menghambat Penyerapan Vitamin D?
Meskipun makanan berlemak membantu penyerapan, ada beberapa hal justru bisa menurunkan efektivitas penyerapan vitamin D di usus:
- Makanan Tinggi Serat Berlebih: Serat membuat makanan bergerak lebih cepat di dalam usus sehingga waktu penyerapan nutrisi menjadi lebih singkat. Studi menunjukkan bahwa konsumsi serat 20 gram atau lebih per hari dapat menurunkan kadar penyerapan vitamin D. Jika kamu menjalani diet tinggi serat, beri jarak waktu antara konsumsi serat dan suplemen vitamin D.
- Interaksi Suplementasi Lain: Dosis tinggi suplemen seperti Vitamin E, Vitamin K, zat besi, dan kalsium dapat berinteraksi dengan penyerapan vitamin D. Sebaiknya beri jeda waktu atau konsultasikan dengan dokter untuk mengatur jadwal minum vitamin yang tepat.
Dengan memadukan sumber lemak sehat yang tepat, manfaat vitamin D yang kamu konsumsi bisa terserap secara maksimal oleh tubuh. Semoga bermanfaat, Growthmates!