Perjalanan Karier Mike Muliadro

Mike memulai kariernya di dunia perfilman lewat film Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan (2004), dengan memerankan tokoh Maryx. 

Pada awal kemunculannya di industri hiburan Indonesia hingga film Cintaku Selamanya, ia masih menggunakan nama Mike Muliadro. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 27 Februari 2008 dan mengucapkan sumpah kewarganegaraan pada 18 Maret 2008, ia kemudian menggunakan nama Mike Lucock sebagai nama panggungnya.

Sejak saat itu, Mike terus mendapat kesempatan untuk membintangi berbagai film Tanah Air. Beberapa di antaranya adalah Detik Terakhir (2005), Naga Bonar Jadi 2 (2007), Rumah Dara (2010), Habibie & Ainun (2012), The Raid 2: Berandal (2014), hingga Buffalo Boys (2018). 

Mike juga tampil dalam film Kukira Kau Rumah (2021), Jailangkung: Sandekala (2022), Mantra Surugana (2023), dan Hutang Nyawa (2024).

Pada 2025, Mike terlibat dalam sejumlah film, seperti Yakin Nikah, Jembatan Shiratal Mustaqim, Badik, Bandit, dan Lupa Daratan. Sementara pada 2026, ia tampil dalam film Ghost in the Cell sebagai Wildan.

Baca Juga: Berkenalan dengan Novelis Donny Dhirgantoro, Yuk Intip Profil dan Jejak Kariernya!

Selain layar lebar, Mike juga aktif membintangi berbagai judul sinetron dan serial televisi. Ia pernah tampil dalam Di Atas Sajadah Cinta (2006), Sketsa (2009–2010), Kelas Internasional (2016), Jodoh Wasiat Bapak (2017–2018), hingga Bidadari Surgamu (2023–2024). 

Namanya juga muncul dalam sejumlah serial web, seperti Sianida (2021), Bad Boys vs Crazy Girls (2022–2023), Open BO (2023), Joko Anwar's Nightmares and Daydreams (2024), dan Open BO: I Am Campus (2025).

Tak hanya dikenal sebagai aktor, Mike juga pernah menjajal dunia presenter. Ia menjadi VJ dalam program musik MTV Ampuh pada 2007 hingga 2010. Selain itu, ia juga pernah membawakan sejumlah acara, seperti The Dating (2010), Food Hunter (2013–2014), dan Taste Good (2015).

Kemampuan akting Mike Lucock juga mendapat pengakuan di ajang penghargaan. Pada 2005, ia berhasil masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia berkat perannya di film Detik Terakhir.