Perjalanan Karier
Selama tinggal di New York, Dayu Wijanto sempat bekerja di Whole Foods Market, sebuah jaringan supermarket asal Amerika Serikat. Di tengah kesibukannya, ia juga pernah mendapat kesempatan mencoba dunia akting. Saat masih berkuliah di Universitas New York, seorang mahasiswa perfilman mengajaknya terlibat dalam sebuah film eksperimental.
Meski sempat mencicipi dunia film, Dayu tidak langsung menekuni akting. Pada 2004, ia justru berkarier di dunia jurnalistik sebagai penyunting pelaksana di majalah gaya hidup Harper's Bazaar dan Hello! Indonesia yang berada di bawah naungan MRA Group.
Ketertarikannya pada industri film kembali muncul ketika ia menulis tentang kebangkitan perfilman nasional pada 2016. Untuk keperluan tulisannya, Dayu berkesempatan berbincang langsung dengan sejumlah pembuat film. Dari pengalaman tersebut, ia semakin dekat dengan dunia perfilman dan mulai mendapat tawaran untuk tampil sebagai pemeran pendukung.
Baca Juga: Sering Bintangi Film-film Biopik, Yuk Kenalan dengan Annisa Hertami!a
Sebelumnya, Dayu sudah lebih dulu mencicipi layar lebar lewat peran kameo dalam film Arisan! 2 pada 2011. Setelah itu, ia mulai mendapat kesempatan tampil dalam sejumlah serial televisi, FTV, hingga iklan.
Langkahnya di dunia akting semakin berkembang ketika pada 2014 ia mendapat peran besar pertamanya dalam film Selamat Pagi, Malam. Setelah itu, Dayu kembali tampil dalam berbagai judul film, seperti Bulan di Atas Kuburan (2015) dan Iseng (2016).
Sejak saat itu, Dayu semakin aktif membintangi film dengan beragam genre. Namanya hadir dalam sejumlah film populer, di antaranya Cek Toko Sebelah (2016), Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017), Susah Sinyal (2017), Keluarga Cemara (2019), hingga Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020).