Benarkah mobil listrik tidak bisa parkir paralel? Pertanyaan ini kembali ramai setelah influencer sekaligus food vlogger Aa Juju mengeluhkan mobil Hyundai Ioniq 5 miliknya yang mengalami masalah setelah diparkir secara paralel.
Aa Juju mengaku, kemampuan mobil untuk diparkir paralel justru menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli Ioniq 5. Ia bahkan sempat menanyakan hal tersebut kepada tenaga penjual Hyundai dan melakukan uji coba.
Namun, persoalan muncul setelah mobil digunakan. Ia menyebut mobilnya bermasalah setelah beberapa kali diparkir secara paralel. Bahkan, mekanik Hyundai disebut mengaitkan kondisi tersebut dengan kebiasaan memarkir mobil dalam posisi paralel.
Lantas, apakah mobil listrik memang tidak boleh diparkir paralel?
Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata karena mobil tersebut menggunakan tenaga listrik. Ada mekanisme tertentu pada mobil modern, khususnya kendaraan yang menggunakan sistem shift by wire, yang perlu diperhatikan ketika parkir paralel.
Baca Juga: Daftar Mobil dan Motor Terfavorit 2026
Menurut Gofar, mobil listrik dan sejumlah mobil canggih buatan Eropa dengan sistem shift by wire memang tidak disarankan berada dalam kondisi transmisi netral dengan rem parkir dilepas dalam waktu lama.
Sebab, meski mobil dalam kondisi mati, sistem tertentu pada kendaraan tetap membutuhkan pasokan listrik dari baterai 12 volt atau aki kecil.
Aki 12 volt ini berbeda dengan baterai tegangan tinggi atau lithium battery yang digunakan untuk menggerakkan mobil listrik.
“Parkir paralel tanpa rem dan posisi netral itu di luar negeri melanggar hukum. Karena berpotensi membahayakan apabila mobil menggelinding kena angin atau didorong,” kata Gofar dikutip dari detikOto, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, posisi netral dengan rem parkir dilepas sebenarnya bukan fungsi yang ditujukan untuk penggunaan normal dalam waktu lama. Untuk kebutuhan darurat, kendaraan dapat menggunakan towing mode atau transport mode.
Baca Juga: Blak-blakan Soal Esemka Kendaraan Buat Pencitraan Jokowi, FX Rudy: Itu Mobil Cina
“Sebagai alternatif/darurat, fungsi ini dapat dilakukan melalui towing mode. Semua EV bisa. Jadi ini adalah penyalahgunaan fungsi darurat sebetulnya,” ujarnya.
Gofar menjelaskan, pada mobil dengan shifter elektronik, sistem pemindah gigi tetap membutuhkan daya ketika transmisi dipaksa berada di posisi netral. Kondisi tersebut memungkinkan aki 12 volt terus mengonsumsi daya meskipun kendaraan tidak sedang digunakan untuk berkendara.
Untuk parkir dalam waktu singkat, kondisi tersebut menurutnya seharusnya tidak menjadi masalah berarti karena konsumsi dayanya relatif kecil.
“Untuk parkir jangka waktu pendek seharusnya tidak masalah. Karena daya yang digunakan juga tidak seberapa. Tapi kalau semalaman atau bahkan berhari-hari, ini yang bisa bermasalah, karena akinya bisa soak,” jelas Gofar.
Artinya, persoalan yang muncul bukan berarti mobil listrik sama sekali tidak bisa diparkir paralel. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mobil ditempatkan dalam posisi netral dan berapa lama kondisi tersebut dibiarkan.
Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Askrindo Sebar Mobil Pintar di 25 Provinsi
Masalah serupa juga tidak eksklusif terjadi pada mobil listrik. Mobil bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) yang sudah menggunakan sistem shift by wire juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
“Khusus untuk EV, dalam towing mode berarti traction battery/high voltage battery terisolasi, jadi tidak dapat men-cas aki. Jadi bukan hanya EV yang akinya bisa soak apabila diparkir paralel dengan towing mode ini. BMW atau Ferrari dengan electronic shifter pun bakal bernasib sama,” kata Gofar.
Ia menambahkan, komputer yang mengendalikan electronic shifter tetap aktif ketika posisi transmisi berada di netral.
“Karena komputer yang mengendalikan electronic shifter dipaksa aktif apabila gigi di posisi netral,” sambungnya.
Jadi, Growthmates, kalau mobil listrik kamu perlu diparkir paralel, bukan berarti langsung haram dilakukan. Namun, pastikan mengikuti prosedur yang direkomendasikan pabrikan, terutama jika kendaraan harus berada dalam posisi netral dan rem parkir dilepas dalam waktu lama.
Sebab, yang perlu diwaspadai bukan sekadar mobilnya “mati”, melainkan aki 12 volt yang bisa kehilangan daya ketika sejumlah sistem elektronik kendaraan tetap bekerja.