Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Basuki Hadimuljono, kembali menegaskan pentingnya kelanjutan investasi untuk mendukung pembangunan di IKN. Dalam kesempatan itu, Basuki mengungkapkan bahwa pembangunan di kawasan IKN sudah memasuki tahap yang sangat penting, dibuktikan oleh sejumlah proyek yang telah dimulai dan banyak investor serta lembaga keuangan yang turut berperan.
"Jadi, tadi sudah disampaikan, sudah ada delapan groundbreaking. Kami sudah memanggil lagi beliau-beliau yang sudah groundbreaking kapan membangun," kata Basuki, melansir dari Olenka, pada Rabu (26/02/2025).
Baca Juga: Otorita IKN Jalin Kerja Sama dengan 5 Investor Swasta, Kantongi Investasi Rp1,2 Triliun
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan yang sedang berjalan, ia juga menekankan bahwa ada enam bank besar yang siap terlibat lebih jauh dalam pembangunan IKN.
Selain itu, Basuki memaparkan bahwa pemerintah Indonesia, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), telah menyediakan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk pembangunan tahap pertama IKN.
“Sekarang ini bersamaan kita akan bangun, ada anggaran di APBN, sebesar Rp4,2 triliun untuk membangun ini. Ini untuk yang sekarang tahap pertama,” ucapnya.
Anggaran yang ada akan digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur utama yang mendukung kelancaran proyek ibu kota baru, termasuk jalan tol yang akan menghubungkan berbagai bagian IKN.
Baca Juga: Libatkan Peran Swasta, Otorita IKN Gelar Penjajakan Minat Proyek KPBU Sektor Perumahan
“Kita akan melayaninya, di sini ada jalan tol. Jadi nanti ini 1B, 1C sudah kita dapat layani untuk bisa bapak-bapak yang groundbreaking tadi membangun. Nah, ini bank-banknya, ada BCA, Caltara, BNI, Mandiri, BRI, dan BTN,” ungkapnya.
Rencananya, setelah Lebaran, bank-bank tersebut akan segera memulai langkah konkret dalam mendanai proyek-proyek di IKN.
Basuki menegaskan bahwa target utama pembangunan adalah agar kawasan IKN dapat mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2026.
“Kita akan membangun segera di kawasan tersebut. Targetnya kuartal pertama 2026 akan mulai beroperasi. Jadi, pada tahun 2025, dari segi APBN kita akan membangun jalan-jalan ini,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Terdampak Efisiensi, Ini Pos Anggaran Otorita IKN yang Dipangkas Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga menyampaikan bahwa sektor yudikatif dan legislatif akan terus dilibatkan dalam proses pembangunan IKN. Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi regulasi maupun peraturan yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan.
“Kemudian untuk yudikatif dan legislatif. Jadi, saya kira ini saya perlu sampaikan sehingga bapak-bapak confident untuk bapak-bapak bisa segera membangun,” tutupnya.