Kota Bandung kembali mencatatkan sejarah sebagai wadah lahirnya calon-calon diplomat muda. Sebanyak 400 pelajar dari 61 sekolah dan universitas yang tersebar di lebih dari 30 kota dan kabupaten di Indonesia berkumpul dalam gelaran Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Bandung Chapter 2026. Perhelatan ini berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur.

Mengangkat tema "Securing Tomorrow: Advancing Sustainable Development and Global Stability," konferensi besutan International Global Network (IGN) yang didukung oleh Kementerian Pariwisata RI ini diikuti oleh peserta dari Samarinda, Pasuruan, Manado, Batam, Palembang, hingga Bali.

3 Council Utama dan Dukungan PT Pertamina (Persero)

AYIMUN Bandung Chapter mensimulasikan tiga forum utama PBB untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah:

  • UNCTAD: Membahas dampak pencucian uang (money laundering) terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesetaraan ekonomi.
  • UNICEF: Membahas perlindungan keamanan anak-anak di dalam ekosistem game online.
  • UNEP: Membahas keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi di tengah transisi energi.

Khusus untuk council UNEP, kegiatan ini memperoleh dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) yang juga menyalurkan beasiswa bagi 15 anak muda berprestasi.

President International Global Network, Muhammad Fahrizal, menegaskan keunggulan kompetensi yang didapatkan peserta.

Baca Juga: Perkuat Diplomasi Generasi Muda! AYIMUN ke-22 Bawa 750 Delegasi dari 25 Negara di Kuala Lumpur

"Keputusan yang kalian buat di sini mungkin memang merupakan bagian dari sebuah simulasi. Namun, keterampilan yang kalian kembangkan di sini adalah sesuatu yang nyata, kemampuan untuk bernegosiasi, keberanian untuk berbicara, kedisiplinan untuk mendengarkan, dan kemauan untuk bekerja bersama orang-orang yang tidak selalu melihat dunia dengan cara yang sama," ujar Fahrizal.

Fuel Terminal Manager PT Pertamina (Persero), Afifah Rahmawati, turut membagikan pandangannya mengenai esensi menjaga masa depan.

"Memastikan masa depan bukan hanya tentang melindungi masa depan. Ini adalah tentang memahami siapa diri kita hari ini, apa yang kita hargai, dan apa yang bersedia kita lindungi untuk generasi yang akan datang," tutur Afifah.