Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil sikap tegas demi menuntaskan polemik skandal ijazah SMA/SLTA Gibran Rakabuming Raka. 

Prabowo yang masih diam hingga kini justru dianggap sangat berbahaya, sebab jika ijazah Gibran tak segera dibereskan, maka taruhannya adalah kondusifitas negara ini.

Perbedan pendapat masyarakat mengenai dokumen pendidikan wakil presiden itu dapat memantik konflik horizontal yang dapat berujung kerusuhan hebat sebagaimana yang sedang terjadi di sejumlah negara Eropa sekarang ini seperti Prancis, Italia dan sejumlah negara lain. Apabila itu terjadi keberlangsungan pemerintahan Prabowo juga ikut terancam.

Baca Juga: Mas Gibran, Kamu Beneran Nggak Ngerti Arti Malu ya? Tuh 150 Guru Besar Minta Anda Mengundurkan Diri

"Kalau persoalan tersebut terus dibiarkan, maka sangat berpotensi akan terjadi konflik horizontal antar mereka yang pro dan kontra terhadap kasus ijazahnya Gibran. Akibatnya sangat berbahaya terhadap keberlangsungan dari Prabowo Subianto," kata Fernando dikutip Rabu (21/10/2026).

Sejauh ini sejumlah pihak menganggap Gibran sebagai wapres ilegal setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu tidak memiliki ijazah SMA/SLTA sebagai persyaratan pendaftaran pencalonan pada Pilpres 2024 lalu.

MK yang memutus demikian tidak bisa mengabulkan permintaan para penggugat untuk mendiskualifikasi Gibran, MK menolak karena berbagai alasan. 

Dengan demikian bola liar dari skandal ini berpindah ke DPR yang bisa memakzulkan Gibran lewat berbagai proses politik di Parlemen Senayan, salah satu langkah sedang dipertimbangkan sekarang ini adalah mendorong hak angket, dimana jalan atau tidaknya hak angket tersebut tergantung restu Prabowo sebab mayoritas partai politik penghuni Senayan merupakan koalisi pemerintah. 

"Saya sangat berharap gejolak seperti yang terjadi di Prancis, Spanyol, Italia dan beberapa negara lainnya tidak akan terjadi Indonesia walaupun beberapa pemicunya sudah mulai dirasakan," tegas Fernando. 

Fernando melanjutkan, Gejolak besar itu kini benar-benar telah menjadi ancaman nyata, jika pemerintah salah langkah, maka amarah itu benar-benar meledek. Pemicunya beragam tak hanya soal skandal ijazah Gibran saja bikin geram, faktor ekonomi yang carut marut sekarang ini juga menjadi pemantik lainnya yang dapat membakar amarah rakyat terhadap pemerintahan Prabowo. 

Baca Juga: Jokowi Enggan Menembak Lawan di Ruang Gelap, Orkestrator dan Penumpang Gelap Skandal Ijazah Gibran Akhirnya Terkuak

“Kombinasi antara tekanan ekonomi  dan polarisasi politik akibat isu ijazah inilah yang ditakutkan akan memicu ledakan sosial (social unrest),” pungkas Fernando.