Ketua DPP PSI, Dedek Prayudi berbicara panjang lebar menjelaskan pernyataan Presiden ke-RI Joko Widodo (Jokowi) yang baru-baru ini menyatakan ada operasi politik dan penumpang gelap dalam skandal ijazah Gibran Rakabuming Raka.

Dedek membantah sederet kritik yang dialamatkan buat Jokowi yang dinilai sedang panik dan mending secara serampangan. Dedek menyebut pernyataan itu menjadi sebuah clue bagi masyarakat untuk melihat lebih luas masalah ijazah SMA/SLTA Gibran Rakabuming Raka yang disoal Denny Indrayana Cs itu.

Dengan pernyataan yang dilempar Jokowi masyarakat bisa mempunyai gambaran mengenai siapa figur  orang-orang besar yang berada di balik kasus itu. Andaikata Jokowi tak mengeluarkan pernyataan tersebut masyarakat bisa saja mempercayai bahwa kasus ijazah Gibran benar-benar murni kasus hukum, mereka bakal disesatkan dengan berbagai narasi dan klaim dari para penunggang kasus ini. 

Baca Juga: Klemar-klemer Sambil Cengengesan, Jokowi Kalau Lagi Nipu Rakyat Mukanya Seolah Jujur

"Begini, saya di posisi menjelaskan maksud Pak Jokowi, bukan mengatakan apa yang tidak dikatakan Pak Jokowi. Pak Jokowi itu grandmaster catur politik. Beliau enggan menembak lawan di ruang gelap. Pak Jokowi menyalakan secercah cahaya agar ruangan gelap tadi menjadi terang dan semua orang bisa melihat sendiri siapa pelakunya, siapa penunggangnya, siapa orkestratornya, dan siapa operatornya," kata Dedek Prayudi dilansir Olenka.id Rabu (21/10/2026).

Dedek menegaskan, operasi politik dan penumpang gelap dalam skandal ijazah Gibran adalah mereka yang selama ini ketakutan terhadap figur Jokowi yang nyatanya masih memiliki pengaruh kuat hingga ke masyarakat paling bawah. Secara politik Jokowi dan keluarganya dipandang sebagai ancaman yang harus diberantas sebelum memasuki musim Pemilu 2029 mendatang.

 "Tentu ini berarti telunjuk Pak Jokowi masih sakti, baik itu pileg maupun pilpres. Inilah yang mengganggu kenyamanan elit dan oligarki lama," tegasnya.

Persoalan ijazah Jokowi lanjut Dedek adalah satu-satunya senjata para penumpang gelap itu untuk mengganggu eksistensi Jokowi di kancah politik nasional.

“Karena konsisten ya, segala macam jenis tuduhan lain juga kemudian otomatis mengikuti. Jokowi pembohong katanya, Jokowi pengecut, dan lain sebagainya. Talk show demi talk show semakin menzalimi Pak Jokowi,” ujarnya.

Pola serangan yang dilakukan pun mudah dibaca, serang menyerang Ijazah Sarjana Jokowi yang berujung laporan balik Jokowi, kelompok yang sama lanjut Dedek putar haluan dan menyasar ijazah Gibran. Padahal  pejabat yang mengambil jalur pathway seperti yang dilakukan Gibran sangat banyak salah satunya Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Masih Tunggu Momentum yang Pas, Jokowi Bakal Serang Prabowo Secara Terbuka, MBG Akan Dikuliti Habis-habisan!

“Kalau kita jawab dengan pijakan peraturan perundang-undangan bahwa Gibran memenuhi syarat, mereka akan kabur ke perdebatan proses. Kalau perdebatan proses kita jawab dengan substansi jenjang pendidikan yang dilalui Gibran, mereka akan kembali ke peraturan perundang-undangan. Begitu terus," pungkasnya.