Jam tangan mewah seperti Rolex kerap menjadi incaran karena desain, kualitas, hingga nilai prestise yang melekat pada mereknya. Namun, tingginya minat terhadap produk tersebut juga diikuti maraknya pemalsuan. Bahkan jam tangan tiruan kini bisa dilengkapi dokumen dan nomor seri yang sekilas tampak seperti produk asli.
Kondisi ini membuat calon pembeli perlu lebih cermat sebelum memutuskan untuk membeli jam tangan mewah. Sebab, memeriksa keaslian sebuah jam tangan tidak cukup hanya dengan melihat tampilan atau kelengkapan dokumennya.
Pentingnya memahami autentikasi jam tangan turut dibahas dalam workshop Behind The Dial: Mengenal Autentikasi Jam Tangan Mewah Bersama Pakar yang digelar dalam rangkaian Irresistible Bazaar bersama PGO Academy Malaysia di Grand Indonesia, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: Rolex Jadi Merek Ritel Paling Dipercaya di Asia
Baca Juga: Wajar Prabowo Kasih Rolex untuk Skuad Garuda: Piala Dunia Spesial!
Dalam kegiatan tersebut, Kong Seng How atau yang dikenal sebagai Mr. Sam, pendiri PGO Academy, membagikan pengalamannya dalam mengidentifikasi jam tangan asli dan palsu. Melalui demonstrasi langsung ia memperlihatkan sejumlah detail yang perlu diperhatikan, mulai dari dokumen pendukung hingga komponen terkecil pada jam tangan, khususnya Rolex.
Kartu Garansi dan Kuitansi Bukan Jaminan Keaslian
Kelengkapan dokumen sering kali menjadi salah satu pertimbangan saat seseorang membeli jam tangan mewah. Kartu garansi, kuitansi, hingga nomor seri biasanya dianggap dapat meyakinkan pembeli bahwa produk yang ditawarkan merupakan barang asli. Namun, menurut Mr. Kong, dokumen tersebut tetap perlu diperiksa dan tidak bisa menjadi satu-satunya patokan.
Dalam workshop tersebut, ia menunjukkan sebuah jam tangan Rolex yang dilengkapi kuitansi pembelian dari Malaysia. Nomor seri pada kuitansi tersebut sesuai dengan nomor seri pada jam tangan. Meski terlihat meyakinkan, hasil pemeriksaan justru menunjukkan bahwa jam tangan tersebut merupakan produk palsu.
Untuk mendukung proses autentikasi, Mr. Kong turut memperkenalkan sejumlah peralatan yang biasa digunakan, seperti kaca pembesar (loupe), mikroskop, jangka sorong digital, dan magnet. Peralatan tersebut membantu memeriksa detail komponen, mengukur dimensi jam tangan, hingga mengamati karakteristik material yang digunakan.
Perhatikan Detail Logo hingga Bagian Jarum
Selain dokumen, kondisi fisik jam tangan juga perlu diperiksa secara saksama. Dalam demonstrasinya, Mr. Kong memperlihatkan perbedaan logo mahkota Rolex asli dan tiruan. Logo asli memiliki bentuk tiga dimensi dengan tepian serta permukaan yang dipoles rapi, sedangkan versi tiruan terlihat lebih kasar dan kurang presisi.
Detail lain yang perlu diperhatikan adalah bagian jarum, mulai dari ketajaman ujung hingga kerapian finishing. Ia juga menunjukkan pemeriksaan kartu menggunakan sinar ultraviolet (UV), meski mengingatkan bahwa fitur tersebut dapat ditiru. Selain itu, nomor referensi model perlu dicocokkan dengan material jam tangan untuk mengetahui kemungkinan adanya komponen yang tidak sesuai.
Periksa Kualitas Berlian dan Pemasangannya
Pada jam tangan yang dihiasi berlian, kualitas batu dan kerapian pemasangannya juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Mr. Kong menjelaskan bahwa berlian pada contoh Rolex yang diperlihatkan memiliki kejernihan dan warna yang seragam, serta susunan yang simetris. Dudukannya pun terlihat rapi dengan hasil akhir yang halus.
Sementara pada produk tiruan seperti berlian tampak kurang jernih dan pemasangannya tidak serapi produk pembanding. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pengerjaan hingga detail terkecil dapat menjadi aspek yang diperiksa dalam proses autentikasi.
Waspadai Jam Tangan Vintage dan Modifikasi
Pilihan jam tangan vintage atau antik juga membutuhkan perhatian ekstra. Menurut Mr. Kong, produk dari periode lama cenderung lebih sulit diidentifikasi keasliannya karena pemeriksaannya membutuhkan pemahaman khusus mengenai detail pengerjaan dan komponennya.
Tantangan serupa juga ditemukan pada modified watch, yakni jam tangan yang sebagian komponennya asli, sementara bagian lainnya telah diganti atau dimodifikasi. Kondisi ini tidak selalu mudah dikenali oleh pembeli awam. Mr. Kong pun menyarankan calon pembeli untuk meminta bantuan ahli agar setiap komponen dapat diperiksa sebelum memutuskan membeli.
Mengenali Keaslian Jam Tangan dengan Bantuan AI
Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran awal mengenai keaslian jam tangan. Dalam workshop tersebut, Mr. Kong memperagakan cara mengunggah foto jam tangan ke AI untuk mengetahui model sekaligus meminta penilaian mengenai keasliannya.
Dalam salah satu demonstrasi, AI berhasil mengenali jam tangan yang ditampilkan sebagai Rolex GMT-Master dan menilainya tampak autentik berdasarkan foto yang diberikan.
Meski begitu, Mr. Kong mengingatkan bahwa hasil analisis AI tidak selalu akurat. Pemeriksaan melalui foto saja belum cukup untuk memastikan keaslian produk karena ada detail komponen yang perlu dilihat secara langsung. Karena itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu awal, bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga ahli.
Nilai Jam Tangan Mewah dan Daya Tahannya
Daya tarik jam tangan mewah tidak hanya terletak pada desain dan materialnya, tetapi juga kualitas pengerjaan serta daya tahannya. Menurut Mr. Kong, jam tangan mekanis Swiss dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang, bahkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hal ini menjadi salah satu pembeda dengan jam tangan pintar seperti Apple Watch yang lebih mengutamakan fitur digital dan perkembangan teknologi. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tetapi jam tangan mekanis menawarkan karakter dan nilai yang dapat bertahan lintas generasi.
Membeli jam tangan mewah tidak cukup hanya mempertimbangkan merek atau tampilannya. Calon pembeli juga perlu memahami detail produk dan memastikan keasliannya melalui pemeriksaan yang tepat.