Bagi banyak orang, secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi ritual harian yang sulit dilewatkan. Namun, tahukah kamu, kebiasaan ngopi ini ternyata bisa memicu lonjakan sementara pada kadar gula darah, meskipun efeknya bisa berbeda pada setiap orang.
Melansir dari laman Health, berikut penjelasan mengenai bagaimana kopi memengaruhi gula darah serta tips cerdas untuk menyiasatinya agar tubuh tetap sehat.
Bagaimana Kafein Memengaruhi Gula Darah?
Menurut Dr. Catherine Metzgar, PhD, RD, seorang ahli diet terdaftar dan direktur coaching di Virta Health, kafein memicu respons fight-or-flight (lawan atau lari) pada sistem saraf. Hal ini menstimulasi pelepasan hormon stres seperti kortisol, epinefrin, dan norepinefrin.
Hormon-hormon tersebut memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan cadangan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga memicu kenaikan gula darah sementara.
Selain itu, Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN, seorang ahli diet terdaftar yang berfokus pada nutrisi kardiologi preventif, menjelaskan bahwa kafein juga dapat menurunkan respons sel terhadap insulin. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak menggunakan gula darah secara efisien, sehingga kadar gula yang tertinggal di dalam aliran darah menjadi lebih banyak.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Stamina Menurun, Diabetes Juga Bisa Datang Tanpa Gejala
Efek jangka pendek ini biasanya paling terasa pada orang yang jarang minum kopi. Sementara itu, bagi peminum kopi rutin, konsumsi jangka panjang justru terbukti memberikan manfaat bagi gula darah berkat kandungan antioksidan, peningkatan sensitivitas insulin, serta senyawa polifenol (seperti asam klorogenat) yang ada pada kopi berkafein maupun decaf.
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Gula Darah Saat Ngopi
Pengaruh kopi terhadap gula darah tidak hanya bergantung pada kafein saja. Ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhinya:
- Penggunaan Tambahan (Gula & Krimer): Menambahkan gula, sirup rasa, atau krimer manis menyumbang karbohidrat dan kalori ekstra yang dapat memicu lonjakan gula darah secara signifikan, terutama jika dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.
- Waktu Minum Kopi: Menurut Dr. Dorothea Schlesinger, MD, seorang ahli endokrinologi asal Berlin, minum kopi di pagi hari umumnya memicu lonjakan glukosa yang lebih kecil dibandingkan sore atau malam hari, ketika sensitivitas insulin tubuh sedang menurun secara alami.
- Minum Kopi Saat Perut Kosong: Minum kopi di pagi hari tanpa makan terlebih dahulu dapat membuat gula darah naik lebih cepat akibat hormon kortisol pagi hari dan proses penyerapan yang lebih cepat. Mengonsumsi kopi setelah sarapan dapat membantu meredakan respons gula darah tersebut.
- Respons Tubuh yang Unik: Faktor genetik, sensitivitas terhadap kafein, kualitas tidur, tingkat stres, hingga gaya hidup secara keseluruhan turut memengaruhi cara tubuh seseorang merespons kopi.