Perjalanan Karier

Seperti disebutkan sebelumnya, Agnez Mo mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik lewat debut album Si Meong. Album tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya anak-anak di zamannya. 

Kesuksesan Si Meong membuka jalan bagi Agnez menjadi penyanyi cilik terpopuler di era 90-an. Ia kembali merilis album duet bersama Eza Yayang berjudul Yess! pada 1995. Siapa sangka, album tersebut sukses besar hingga dinobatkan sebagai Album Anak-anak Terbaik pada 1999. 

Selain sebagai penyanyi cilik, Agnez juga melebarkan kariernya menjadi pembawa acara untuk program anak-anak di televisi seperti Tralala Trilili dan Diva Romeo. Bakatnya di dunia presenting saat itu diakui lewat memenangkan penghargaan Panasonic Awards sebagai Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit selama dua tahun berturut-turut.

Karier Agnez Mo sebagai penyanyi terus berlanjut hingga masa remaja. Ia merilis album And the Story Goes (2003) yang meraih sukses besar. Lagu-lagu seperti “Bilang Saja” dan “Jera” menjadi hit dan semakin mengukuhkan posisinya di industri musik Indonesia.

Tak hanya itu, lagu “Tak Ada Logika” dan “Bukan Milikmu Lagi” juga membuat nama Agnez melambung sebagai penyanyi pop dengan suaranya yang khas dan kuat. Pada 2009, ia kembali merilis album Sacredly Agnezious yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai diva muda Indonesia. 

Berkat pencapaiannya, Agnez meraih puluhan penghargaan, termasuk Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards), serta dikenal sebagai salah satu artis dengan bayaran tertinggi di Tanah Air.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Yuni Shara, Penyanyi Lawas dengan Eksistensinya yang Tak Pernah Pudar

Karier di Dunia Akting

Tak hanya memukau lewat suara emasnya, Agnez Mo juga menunjukkan bakat akting sejak usia remaja. Ia memulai karier aktingnya pada 1999 lewat serial Vladd Bocah Remote Control, yang menjadi debutnya di layar kaca. 

Setelah itu, Agnez membintangi sejumlah sinetron populer seperti Lupus MileniaMr. HologramPernikahan DiniAmanda, Cewekku JutekCantik, hingga Bunga Perawan. Karier aktingnya terus berlanjut dengan peran-peran utama dalam berbagai judul, antara lain Ku T’lah Jatuh Cinta, Pink, Kawin Muda, Jelita, Pejantan Cantik, dan Marissa

Pada 2012, Agnez juga tampil dalam sinetron Mimo Ketemu Poscha, yang menjadi salah satu penampilan terakhirnya di layar kaca Indonesia sebelum fokus berkarier di kancah internasional.

Selain itu, Agnez Mo juga dipercaya menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada tahun 2010. Keterlibatannya tersebut menegaskan kredibilitas dan pengaruhnya yang kuat di industri musik Tanah Air.