Agnez Mo, yang sebelumnya dikenal dengan nama Agnes Monica, merupakan salah satu penyanyi Indonesia yang berhasil menembus panggung musik internasional. 

Karya-karyanya mendapat pengakuan global, tak hanya lewat kolaborasi dengan musisi dunia, tetapi juga dengan diabadikannya sosok Agnez Mo dalam bentuk patung lilin di Madame Tussauds Hong Kong.

Bukan hanya sebagai penyanyi bersuara merdu, Agnez Mo juga memiliki jejak kariernya di dunia akting. Ia telah membintangi banuak judul sinetron dan film yang membuatnya semakin dikenal oleh khalayak.

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Agnez Mo. 

Baca Juga: Berkenalan dengan Sosok Sita Nursanti, Intip Perjalanan Sang Penyanyi Sekaligus Pemain Film Ini!

Profil Agnez Mo

Lahir 1 Juli 1986, pemilik nama lengkap Agnes Monika Muljoto ini anak bungsu dari pasangan Jenny Siswono dan Ricky Muljoto. Ia memiliki seorang kakak bernama Steve Muljoto yang kemudian menjadi manajernya.

Saat menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar hingga menengah atas, Agnez dikenal sebagai siswa berprestasi di bidang akademik dan kerap mendapatkan beasiswa. Semasa sekolah, ia juga disibukkan dengan banyak kegiatan mulai dari kursus piano, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Ice Skating, hingga Bulu Tangkis.

Bakat Agnez di bidang  seni, khususnya tarik suara, sudah terlihat sejak masih anak-anak. Bahkan, saat usianya masih menginjak enam tahun, ia mulai meniti kariernya sebagai penyanyi cilik dan merilis album pertamanya Si Meong.

Besar sebagai publik figur ternama, tak heran bila kehidupan pribadinya acap kali menjadi sorotan. Apalagi, perihal hubungan asmaranya. Seperti diketahui, kini Agnez Mo tengah menjalin asmara dengan seorang model bernama Adam Rosyadi. 

Perjalanan Karier

Seperti disebutkan sebelumnya, Agnez Mo mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik lewat debut album Si Meong. Album tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya anak-anak di zamannya. 

Kesuksesan Si Meong membuka jalan bagi Agnez menjadi penyanyi cilik terpopuler di era 90-an. Ia kembali merilis album duet bersama Eza Yayang berjudul Yess! pada 1995. Siapa sangka, album tersebut sukses besar hingga dinobatkan sebagai Album Anak-anak Terbaik pada 1999. 

Selain sebagai penyanyi cilik, Agnez juga melebarkan kariernya menjadi pembawa acara untuk program anak-anak di televisi seperti Tralala Trilili dan Diva Romeo. Bakatnya di dunia presenting saat itu diakui lewat memenangkan penghargaan Panasonic Awards sebagai Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit selama dua tahun berturut-turut.

Karier Agnez Mo sebagai penyanyi terus berlanjut hingga masa remaja. Ia merilis album And the Story Goes (2003) yang meraih sukses besar. Lagu-lagu seperti “Bilang Saja” dan “Jera” menjadi hit dan semakin mengukuhkan posisinya di industri musik Indonesia.

Tak hanya itu, lagu “Tak Ada Logika” dan “Bukan Milikmu Lagi” juga membuat nama Agnez melambung sebagai penyanyi pop dengan suaranya yang khas dan kuat. Pada 2009, ia kembali merilis album Sacredly Agnezious yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai diva muda Indonesia. 

Berkat pencapaiannya, Agnez meraih puluhan penghargaan, termasuk Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards), serta dikenal sebagai salah satu artis dengan bayaran tertinggi di Tanah Air.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Yuni Shara, Penyanyi Lawas dengan Eksistensinya yang Tak Pernah Pudar

Karier di Dunia Akting

Tak hanya memukau lewat suara emasnya, Agnez Mo juga menunjukkan bakat akting sejak usia remaja. Ia memulai karier aktingnya pada 1999 lewat serial Vladd Bocah Remote Control, yang menjadi debutnya di layar kaca. 

Setelah itu, Agnez membintangi sejumlah sinetron populer seperti Lupus MileniaMr. HologramPernikahan DiniAmanda, Cewekku JutekCantik, hingga Bunga Perawan. Karier aktingnya terus berlanjut dengan peran-peran utama dalam berbagai judul, antara lain Ku T’lah Jatuh Cinta, Pink, Kawin Muda, Jelita, Pejantan Cantik, dan Marissa

Pada 2012, Agnez juga tampil dalam sinetron Mimo Ketemu Poscha, yang menjadi salah satu penampilan terakhirnya di layar kaca Indonesia sebelum fokus berkarier di kancah internasional.

Selain itu, Agnez Mo juga dipercaya menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada tahun 2010. Keterlibatannya tersebut menegaskan kredibilitas dan pengaruhnya yang kuat di industri musik Tanah Air.

Karier di Kancah Internasional

Karier Agnez Mo terus menembus panggung internasional. Ia pernah dipercaya memandu red carpet American Music Awards 2010 di Los Angeles serta berduet dengan Christian Chávez lewat lagu multibahasa “¿En Dónde Estás?”.

Pada 2011, Agnez merilis album kompilasi Agnes Is My Name yang meraih penjualan lebih dari satu juta kopi dan menandai penandatanganan kontraknya dengan Sony/ATV Music Publishing. Di tahun yang sama, ia menerima penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia dan kembali meraih Anugerah Musik Indonesia.

Langkah internasional Agnez Mo semakin menguat melalui kolaborasinya dengan Chris Brown dalam lagu “Overdose” (2018) yang berhasil menembus tangga lagu Billboard. Ia juga kerap bekerja sama dengan produser kelas dunia seperti Timbaland dan Steve Aoki.

Baca Juga: Dijuluki ‘Pelawak Berkedok Penyanyi’, Intip Profil Isyana Sarasvati dan Perjalanan Kariernya di Dunia Musik 

Pencapaiannya di kancah global kian diakui ketika pada 2023 Agnez menjadi penyanyi Indonesia pertama yang diabadikan dalam patung lilin Madame Tussauds Hongkong, menandai pengakuan atas kiprahnya di industri hiburan internasional.

Kolaborasi internasionalnya berlanjut melalui duet dengan Michael Bolton, serta keterlibatan dalam berbagai ajang musik global seperti MTV Europe Music Awards, Mnet Asian Music Awards, hingga ASEAN–Japan Music Festival. Pada 2017, Agnez mencatat sejarah sebagai artis Indonesia pertama yang tampil di Vogue Amerika Serikat.

Pada 2022, singel “Patience” yang dirilis di bawah label miliknya sendiri berhasil menembus tangga lagu Billboard Amerika Serikat. Terbaru, pada 2024, Agnez berkolaborasi dengan Jay Park melalui lagu “Party in Bali” yang mendapat sorotan media internasional.