Growthmates, gelar sarjana sering dianggap sebagai salah satu jalan menuju kesuksesan karier. Namun, perjalanan sejumlah miliarder dunia menunjukkan bahwa pendidikan formal bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan.

Banyak pendiri perusahaan teknologi dan bisnis global memilih meninggalkan bangku kuliah demi mengejar peluang yang mereka yakini. Meski keputusan tersebut penuh risiko, mereka berhasil membangun perusahaan bernilai miliaran dolar dan mengubah berbagai industri.

Perlu dicatat, kisah mereka bukan berarti putus kuliah merupakan jalan pintas menuju kesuksesan. Sebagian besar tetap belajar secara mandiri, mengembangkan keterampilan, serta bekerja keras untuk mewujudkan visi mereka.

Dan, dikutip dari The Economics Times, Minggu (19/7/2026), berikut 9 miliarder dunia yang berhasil membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui berbagai jalur.

1. Travis Kalanick – Pendiri Uber

Travis Kalanick memutuskan keluar dari Universitas California, Los Angeles (UCLA) pada usia 21 tahun pada 1998. Bersama beberapa rekannya, ia mengembangkan berbagai proyek di bidang mesin pencari dan perangkat lunak berbagi file.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia mendirikan Uber pada 2009. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu kemudian berkembang menjadi salah satu startup paling berpengaruh di dunia dengan valuasi puluhan miliar dolar.

2. Mark Zuckerberg – Pendiri Facebook

Mark Zuckerberg sudah menunjukkan bakat di bidang pemrograman sejak masih duduk di bangku sekolah. Saat menjadi mahasiswa Harvard, ia menciptakan Facebook dari kamar asramanya.

Pada 2004, di usia 20 tahun, Zuckerberg memutuskan meninggalkan Harvard untuk fokus mengembangkan perusahaan tersebut. Keputusan itu kemudian melahirkan salah satu platform media sosial terbesar di dunia.

3. Jan Koum – Pendiri WhatsApp

Lahir di Ukraina, Jan Koum pindah ke Amerika Serikat bersama ibunya ketika berusia 16 tahun. Ia sempat kuliah di San Jose State University sebelum menerima tawaran bekerja di Yahoo.

Di perusahaan itulah ia bertemu Brian Acton. Keduanya kemudian mendirikan WhatsApp, aplikasi pesan instan yang akhirnya diakuisisi Facebook dengan nilai fantastis.

Baca Juga: Deretan Miliarder Dunia yang Memilih Tidak Mewariskan Seluruh Kekayaannya kepada Anak

4. Larry Ellison – Pendiri Oracle

Larry Ellison pernah menempuh pendidikan di University of Illinois sebelum keluar karena alasan keluarga. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Chicago, tetapi kembali memutuskan berhenti.

Setelah pindah ke California, Ellison mengasah kemampuan di bidang komputasi melalui berbagai pekerjaan. Pengalaman tersebut membawanya mendirikan Oracle pada 1977, yang kini menjadi salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia.

5. Michael Dell – Pendiri Dell Technologies

Michael Dell memulai bisnis komputer saat masih menjadi mahasiswa di University of Texas. Dengan modal sekitar US$1.000, ia merakit dan menjual komputer langsung dari kamar asramanya.

Bisnis tersebut berkembang sangat pesat hingga menghasilkan jutaan dolar. Kesuksesan itu membuat Dell memilih meninggalkan kuliah untuk fokus membangun perusahaan yang kini dikenal sebagai Dell Technologies.

6. John Mackey – Pendiri Whole Foods

John Mackey pernah belajar di University of Texas at Austin dan Trinity University, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.

Pada 1978, ia mendirikan toko makanan sehat bernama Safer Way dengan modal pinjaman dari ayahnya sebesar US$10.000, ditambah dana investasi lainnya. Bisnis tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan supermarket organik ternama, Whole Foods Market.

7. Bill Gates – Pendiri Microsoft

Bill Gates diterima di Harvard, tetapi ketertarikannya pada dunia komputer jauh lebih besar dibandingkan studi formalnya.

Pada usia 20 tahun, ia memutuskan keluar dari Harvard untuk bekerja bersama Paul Allen mengembangkan perangkat lunak. Langkah itu menjadi awal berdirinya Microsoft, yang kemudian mengubah industri komputer pribadi di seluruh dunia.

8. Evan Williams – Pendiri Twitter

Evan Williams keluar dari University of Nebraska pada usia 20 tahun. Setelah meninggalkan bangku kuliah, ia meniti karier di dunia teknologi dan ikut mendirikan Blogger.

Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan The Obvious Corporation yang melahirkan Twitter, platform media sosial yang kini dikenal secara global.

9. Steve Jobs – Pendiri Apple

Steve Jobs mendaftar di Reed College, tetapi memutuskan berhenti kuliah pada 1972 karena merasa biaya pendidikan terlalu membebani keluarganya.

Meski demikian, Jobs tetap mengikuti beberapa kelas yang menurutnya menarik, termasuk kaligrafi. Pengalaman tersebut kemudian menginspirasi desain tipografi Macintosh, salah satu inovasi yang membuat Apple dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan perpaduan teknologi dan estetika.

Perlu diingat, Growthmates, kisah para pendiri perusahaan besar ini menunjukkan bahwa jalur menuju kesuksesan tidak selalu sama bagi setiap orang.

Mereka memang tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi tetap menginvestasikan waktu untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, serta berani mengambil risiko saat melihat peluang.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi Para Miliarder yang Bisa Ditiru untuk Raih Kesuksesan