Penuaan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Namun, sejumlah kebiasaan sehari-hari ternyata dapat mempercepat penuaan biologis tubuh lho, mulai dari munculnya uban dini hingga menurunnya fungsi otak.

Kepala dan Konsultan Senior Neurofisiologi di Apollo Speciality Hospitals, Chennai, dr. Sathish Kumar Venkatasamy, mengatakan stres kronis memang berkontribusi terhadap proses penuaan. Akan tetapi, penyebabnya tidak berdiri sendiri.

"Stres sendirian tidak bisa menjadi satu-satunya penyebab uban dini dan sifat mudah lupa. Kebiasaan merokok, pola makan yang buruk, malas bergerak, dan kurang tidur secara kolektif terbukti mengakselerasi penuaan biologis seseorang," ujarnya dikutip Olenka dari Hindustan Times pada Selasa (30/06/2026).

Baca Juga: Uban Muncul di Usia 20-an, Apakah Tanda Penuaan Dini? Dokter Ungkap Penyebabnya

Menurut dr. Venkatasamy, setidaknya ada tujuh kebiasaan yang perlu dihindari agar proses penuaan tidak berlangsung lebih cepat. Berikut rinciannya:

1. Mengalami stres berkepanjangan

Stres kronis dapat mengganggu berbagai sistem tubuh. Paparan hormon stres dalam jangka panjang diketahui meningkatkan peradangan, mengganggu metabolisme, menurunkan kualitas tidur, hingga memengaruhi fungsi otak.

2. Kurang tidur

Tidur yang tidak berkualitas membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, hingga mempercepat proses penuaan biologis.

Baca Juga: Benarkah Sering Lupa di Usia 30-an Adalah Tanda Otak Menua? Ahli Beberkan Jawabannya

3. Merokok

Merokok menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan munculnya uban dini. Selain itu, kebiasaan ini juga mempercepat kerusakan sel akibat stres oksidatif dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

4. Pola makan yang kurang sehat

Asupan nutrisi yang tidak seimbang, terutama kekurangan vitamin B12, zat besi, tembaga, folat, dan protein, dapat memengaruhi kesehatan rambut, otak, serta berbagai fungsi tubuh lainnya.

5. Jarang berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik membuat fungsi metabolisme tubuh tidak optimal. Sebaliknya, olahraga rutin membantu menjaga kesehatan jantung, otot, dan otak sekaligus memperlambat proses penuaan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Tanpa Disadari Mempercepat Penuaan

6. Mengabaikan kesehatan mental

Stres yang tidak dikelola, kecemasan, hingga kelelahan akibat pekerjaan (burnout) dapat memicu brain fog atau kabut otak yang membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan mudah lupa.

Konsultan Senior Neurologi Fortis Hospital, Noida, dr. Neha Pandita, menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih sering dipicu oleh gaya hidup dibanding penuaan dini.

"Banyak anak muda yang mengeluhkan brain fog sebenarnya sedang mengalami akumulasi dari kurang tidur, burnout, kekurangan nutrisi, serta stimulasi digital yang terus-menerus dari gawai mereka," jelasnya.

7. Terlalu banyak menggunakan gawai

Paparan gawai yang berlebihan, terutama jika disertai kebiasaan multitasking, dapat mengurangi fokus dan meningkatkan kelelahan mental. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut ikut memengaruhi kemampuan otak dalam memproses dan mengingat informasi.

Meski demikian, kedua ahli menegaskan bahwa penuaan biologis bukanlah proses yang sepenuhnya ditentukan oleh usia. Perubahan gaya hidup masih dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak.

"Tubuh manusia memiliki kapasitas yang luar biasa untuk pulih dan beradaptasi. Otak kita punya kemampuan hebat untuk memperbaiki diri jika kita memberikan dukungan yang tepat, seperti tidur yang berkualitas, aktif bergerak secara fisik, terus mempelajari hal-hal baru, serta menjaga kesehatan emosional," tutur dr. Pandita.

Oleh karena itu, menjaga pola makan bergizi, tidur selama 7–9 jam setiap malam, rutin berolahraga, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta mengelola stres menjadi langkah sederhana yang dapat membantu memperlambat penuaan biologis dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.