4. Pride and Pleasure — Pemenang Biografi

Amanda Vaill memenangkan kategori Biografi lewat Pride and Pleasure.

Buku ini menggambarkan kehidupan seorang tokoh sastra dengan detail yang kaya dan pendekatan yang intim. Vaill mengeksplorasi ambisi, relasi pribadi, hingga perjalanan kreatif sang tokoh secara mendalam.

Dengan riset yang kuat, ia berhasil menampilkan sisi publik dan konflik personal secara seimbang. Hasil akhirnya adalah biografi yang terasa kompleks, emosional, dan mengalir layaknya novel sastra.

5. Things in Nature Merely Grow — Pemenang Memoar/Otobiografi

Dalam kategori Memoar atau Otobiografi, Pulitzer 2026 jatuh kepada Things in Nature Merely Grow karya Yiyun Li.

Memoar ini menjadi refleksi mendalam tentang kehilangan, kesedihan, dan ketahanan manusia.

Yiyun Li menulis dengan gaya yang tenang dan penuh perenungan, membahas bagaimana waktu perlahan mengubah rasa sakit.

Buku ini bergerak lembut antara kenangan pribadi dan pengamatan filosofis, menghadirkan pengalaman yang sangat intim namun tetap mudah dipahami secara universal.

6. Ars Poeticas — Pemenang Puisi

Kategori Puisi dimenangkan oleh Ars Poeticas karya Juliana Spahr.

Kumpulan puisi ini memadukan refleksi tentang bahasa, politik, dan pengalaman kolektif manusia. Spahr menghadirkan suara yang terus bergerak antara ranah personal dan isu global.

Ia juga bereksperimen dengan bentuk puisi tanpa kehilangan kedalaman emosionalnya. Hasilnya adalah karya yang mengajak pembaca memikirkan hubungan antarmanusia, tanggung jawab sosial, dan kekuatan kata-kata.

Nah Growthmates, jika dilihat secara keseluruhan, para pemenang Pulitzer 2026 memperlihatkan tren sastra yang semakin menekankan pengalaman mendalam dan kedekatan emosional.

Pulitzer 2026 menunjukkan bahwa buku terbaik saat ini bukan sekadar hiburan atau dokumentasi, melainkan ruang untuk memahami ketidaknyamanan, ketidakpastian, dan kompleksitas kehidupan modern secara lebih manusiawi.

Baca Juga: 10 Buku yang Bisa Mengubah Cara Anda Berpikir, Bekerja, dan Hidup di Tahun 2026