Hunian sewa kini semakin diminati Gen Z dan Milenial yang membutuhkan tempat tinggal praktis dan fleksibel, terutama di tengah tingginya harga hunian di kota-kota besar. Bagi generasi produktif yang kerap berpindah mengikuti kebutuhan pekerjaan maupun pendidikan, tinggal di hunian sewa menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan gaya hidup mereka.

Hari Hunian Hari Perumahan Nasional yang diperingati setiap 25 Agustus ini menjadi momentum untuk kembali melihat kebutuhan hunian layak bagi masyarakat, termasuk Gen Z dan Milenial. Cove, penyedia hunian co-living modern, melalui penemuannya mengungkap 6 dari 10 Gen Z dan Milenial kini memilih sewa hunian fleksibel selama 1–3 bulan.

Selain durasi sewa, temuan tersebut juga mengungkap sejumlah pertimbangan dalam memilih hunian, mulai dari komitmen finansial, karakteristik bangunan, hingga dukungan terhadap gaya hidup.

“Hari Perumahan Nasional kembali mengingatkan kebutuhan generasi muda yang amat spesifik untuk hunian. Sebanyak 95 persen penghuni Cove saat ini merupakan Gen Z dan Milenial, dan bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekadar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing, Cove seperti dikutip, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: Data Cove: Minat Konversi Aset ke Co-living Naik 40 Persen di Tengah Tekanan Industri Properti

  1. Gen Z dan Milenial Kini Inginkan Hunian Dengan Komitmen Sewa yang Fleksibel

Gen Z dan Milenial menunjukkan pergeseran preferensi durasi sewa hunian ke arah yang lebih singkat hingga menengah. Pada tahun ini, hampir 60 persen penghuni Cove dari dua generasi tersebut berencana untuk tinggal secara singkat yaitu 1-3 bulan, terus meningkat dengan total kenaikan sebesar 32 poin persentase dalam waktu 3 tahun. Sebaliknya, rencana untuk tinggal selama 1 tahun atau lebih yang sebelumnya paling banyak dipilih justru turun 22 poin persentase dalam 3 tahun terakhir.

Menariknya, dalam satu tahun terakhir, faktor finansial bukan menjadi alasan utama dari pergeseran komitmen mereka. Hal ini terlihat dengan bagaimana angka pendapatan dari mayoritas penghuni Cove tetap sama baik tahun ini maupun tahun lalu, yaitu pada kisaran Rp10 juta. 

Pergeseran ini menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial kini semakin tidak ingin terikat pada kontrak hunian, menjaga opsi tempat tinggal terbuka karena gaya hidup yang cenderung dinamis baik karena peluang karir baru, perubahan kebutuhan maupun preferensi, hingga sekadar keinginan untuk mencoba lingkungan tinggal yang berbeda.

  1. Formula Hunian Pilihan Generasi Muda: Lengkap, Strategis, dan Serba Ada

Di tahun 2026, penghuni Cove yang merupakan Gen Z dan Milenial menyatakan ada tiga alasan utama mereka memutuskan untuk memilih suatu hunian: fasilitas kamar pribadi yang lengkap (79 persen), jarak ke kantor dan transportasi umum (52 persen), dan keberadaan fasilitas bersama seperti gym, rooftop, dan kolam renang (51 persen). 

Ketiga faktor ini menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial menyukai hunian yang mendukung dan mempermudah seluruh bagian dari keseharian mereka yang meliputi istirahat, produktivitas, dan gaya hidup. 

Mereka tidak berorientasi pada satu aspek saja, namun menginginkan pengalaman yang terintegrasi: istirahat yang nyaman dan bebas repot, mobilitas yang mudah ketika berkegiatan, dan ruang untuk berolahraga maupun bersantai, tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Baca Juga: Cove Rilis Fitur Sosial secara Serentak di Asia Pasifik

Meski alasan-alasan tersebut konsisten menjadi tiga pendorong utama dalam tiga tahun terakhir, lokasi hunian menjadi alasan yang paling menguat dalam tiga tahun terakhir, dengan peningkatan lebih dari 20 poin persentase. 

Hal ini menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial amat mempertimbangkan lokasi hunian ke tempat mereka beraktivitas, dengan ketertarikan terbesar untuk hunian di daerah Jakarta Selatan (64 persen), Jakarta Pusat (43 persen), dan Jakarta Barat (35 persen). Hal ini juga terlihat dengan bagaimana pada tahun ini mayoritas penghuni Cove bukan pendatang dari luar Jabodetabek, melainkan mereka yang sudah tinggal di area tersebut (51 persen), menunjukkan bahwa mereka memiliki toleransi yang kian rendah terhadap durasi commuting yang panjang.

  1. Kebersihan dan Kelengkapan Fasilitas Kini jadi Standar Hunian

Dalam pencarian hunian sewa yang layak sesuai standar mereka, Gen Z dan Milenial kerap menemui sejumlah tantangan. 

Sebelum akhirnya memilih Cove, pada tahun ini keluhan yang paling banyak membatalkan niat mereka untuk tinggal di hunian lain yang mereka survei sebelumnya adalah kebersihan dan perawatan gedung yang buruk (52 persen). Keluhan ini meliputi gedung yang terlihat kotor dan tua, fasilitas kamar yang tidak terurus, hingga sirkulasi udara yang buruk.

Setelah itu, keluhan terbanyak adalah kelengkapan fasilitas (43 persen). Gen Z dan Milenial kini menuntut sejumlah fasilitas seperti area parkir kendaraan, koneksi Wi-Fi yang stabil untuk bekerja, hingga lift untuk gedung bertingkat. 

Fasilitas ini kerap dianggap sebagai nilai tambah pada sejumlah format hunian sewa konvensional, namun kini menjadi standar kelayakan hunian bagi generasi muda, yang sudah sering ditemui di hunian co-living.