Judul buku I Will Teach You to Be Rich terdengar provokatif, bahkan sedikit sombong. Namun, justru di situlah letak kekuatannya.

Ramit Sethi tidak menulis buku keuangan dengan nada menggurui, tidak membuat pembacanya merasa bersalah, dan sama sekali tidak mengulang nasihat klise seperti 'berhenti beli kopi agar cepat kaya'.

Sebaliknya, Ramit berbicara dengan sangat realistis. Ia memahami bahwa hidup itu berantakan.

Orang bisa lupa menabung, sesekali boros, dan tentu saja tidak ingin hidup seperti biarawan demi masa depan finansial yang aman.

Janji utama buku ini sederhana, tapi kuat, yakni Anda tidak perlu sempurna dalam mengelola uang. Anda hanya perlu sistem yang tetap bekerja bahkan saat Anda sibuk, lelah, atau kehilangan motivasi.

Dan, berikut 5 pelajaran utama dari buku ini yang terasa praktis, relevan, dan benar-benar bisa diterapkan.

1. Otomatiskan Keuangan Anda, karena Motivasi Tidak Bisa Diandalkan

Ramit sangat jujur soal satu hal: kemauan itu tidak stabil. Bulan ini Anda mungkin disiplin, tetapi enam bulan kemudian saat pekerjaan menumpuk atau hidup memberi kejutan, kedisiplinan itu mudah runtuh.

Karena itulah ia menekankan otomatisasi. Gaji masuk, tagihan dibayar, uang dialokasikan ke tabungan dan investasi, semuanya berjalan otomatis tanpa perlu pengingat atau energi mental.

Pergeseran pola pikirnya sederhana tapi ampuh. Kebanyakan orang berkata, 'Saya akan menabung dari sisa uang di akhir bulan'.

Ramit membaliknya, yakni tabung dan investasikan di awal, lalu hiduplah dengan sisanya.

Menurutnya, kekayaan tidak dibangun dari keputusan 'benar' yang diambil setiap hari, melainkan dari satu sistem yang dirancang dengan baik dan dibiarkan bekerja dalam jangka panjang.

2. Belanjakan dengan Bebas untuk Hal yang Anda Cintai, Pangkas Habis yang Tidak Penting

Inilah bagian yang membuat buku ini begitu populer. Ramit menolak gagasan bahwa hidup hemat berarti hidup penuh rasa bersalah.

Ia memperkenalkan konsep Rich Life atau kehidupan kaya versi Anda sendiri.

Bagi sebagian orang, itu berarti traveling. Bagi yang lain, rumah nyaman, rasa aman finansial, atau kemampuan membantu keluarga tanpa stres.

Aturannya jelas, yaitu berhenti membuang uang untuk hal-hal yang tidak Anda pedulikan, dan belanjakan dengan percaya diri untuk hal yang benar-benar penting bagi Anda.

Ini bukan tentang boros tanpa kontrol, melainkan tentang menjadi sengaja dalam menggunakan uang. Uang bukan hanya untuk ditabung, tetapi juga untuk dinikmati tanpa rasa cemas.

Baca Juga: 5 Pelajaran tentang Cara Menghasilkan Uang dari Penulis Buku 'Rich Dad Poor Dad'

3. Fokus Menghasilkan Lebih Banyak Uang, Bukan Terobsesi Penghematan Kecil

Hal menyegarkan dari buku ini adalah betapa sedikit perhatian Ramit pada pengeluaran kecil sehari-hari.

Ia tidak peduli Anda membeli kopi atau makan di luar sesekali. Yang benar-benar ia pedulikan adalah apakah Anda meningkatkan pendapatan Anda?

Menurut Ramit, penghematan selalu memiliki batas, sementara potensi pendapatan hampir tidak terbatas. Karena itu, ia mendorong pembaca untuk lebih berani mengambil langkah aktif dalam meningkatkan penghasilan, mulai dari menegosiasikan gaji dan meminta kenaikan upah, hingga mempertimbangkan pindah pekerjaan jika peluangnya lebih baik.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sumber penghasilan tambahan serta terus mengasah keterampilan bernilai tinggi yang benar-benar dihargai pasar, karena di situlah pertumbuhan kekayaan yang sesungguhnya terjadi.

Buku ini bahkan memberi contoh kalimat konkret untuk negosiasi gaji, bukan motivasi kosong, tetapi panduan praktis langkah demi langkah.

Menurut Ramit, kekayaan tumbuh jauh lebih cepat saat Anda menghasilkan lebih banyak dan menginvestasikan selisihnya, bukan saat Anda sibuk mencatat setiap rupiah yang keluar.

4. Jika Investasi Terasa Menegangkan, Kemungkinan Anda Melakukannya dengan Salah

Ramit sangat tegas dalam pandangannya tentang investasi, jika investasi terasa menegangkan atau terlalu mengasyikkan, kemungkinan besar ada yang keliru.

Ia memperingatkan pembaca agar tidak terjebak mencoba mengatur waktu pasar, mengejar saham yang sedang populer, atau bereaksi berlebihan terhadap berita keuangan.

Pendekatan yang ia anjurkan justru sederhana dan tenang, berfokus pada investasi jangka panjang melalui instrumen berbiaya rendah, dilakukan secara rutin dengan konsistensi dan kesabaran.

Mulai lebih awal, terus berkontribusi, dan abaikan kebisingan pasar. Menurut Ramit, Anda tidak perlu menjadi ahli keuangan atau memiliki informasi orang dalam, karena kekayaan sejati dibangun secara perlahan dan diam-diam selama bertahun-tahun, bukan lewat kemenangan dramatis dalam waktu singkat.

5. Gunakan Uang untuk Membuat Hidup Lebih Tenang, Bukan Lebih Stres

Pelajaran paling penting dalam buku ini justru bersifat emosional. Ramit melihat uang sebagai alat untuk ketenangan pikiran.

Dana darurat membuat Anda tidak panik saat krisis datang. Melunasi utang berbunga tinggi mengurangi malam-malam tanpa tidur. Pembayaran otomatis menghilangkan kekacauan mental sehari-hari.

Menjadi ‘pandai mengelola uang’ bukan berarti terus memikirkannya. Justru sebaliknya, mengatur sistem agar uang berhenti menjadi sumber stres.

Dam, pada akhirnya, kekayaan bukan hanya angka di rekening, tetapi perasaan aman, rileks, dan memiliki kendali atas hidup sendiri.

Baca Juga: Theo Derick Soal Membangun Kekayaan Lewat Kebiasaan Menabung dan Investasi