3. Ego Is the Enemy karya Ryan Holiday
Tanpa disadari, ego sering kali menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan menuju kesuksesan. Dalam buku ini, Ryan Holiday membedah bagaimana kesombongan, rasa ingin diakui, dan ilusi diri dapat menggagalkan potensi terbaik kita.
Melalui kisah tokoh-tokoh sejarah dan refleksi mendalam, Holiday menunjukkan bahwa kekuatan sejati justru lahir dari kerendahan hati, disiplin, dan kesadaran diri.
Buku ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan yang berkelanjutan hanya mungkin dicapai jika kita membangun hidup dan karier berdasarkan substansi, bukan sekadar citra.
4. Fit for Success karya Nick Shaw
Kinerja puncak tidak dapat dipisahkan dari kondisi fisik dan mental yang prima. Dalam Fit for Success, Nick Shaw menarik benang merah antara disiplin kebugaran dan keberhasilan profesional.
Buku ini mengeksplorasi bagaimana ketekunan dalam menjaga tubuh, melalui olahraga, pola hidup sehat, dan konsistensi, dapat diterjemahkan menjadi ketahanan mental dalam menghadapi tantangan karier.
Sebuah bacaan motivasional yang menegaskan bahwa fondasi fisik yang kuat adalah pijakan penting untuk meraih potensi maksimal dalam hidup.
5. The Four Agreements karya Don Miguel Ruiz
Kebebasan pribadi sering kali terhalang oleh keyakinan lama yang kita terima begitu saja sejak kecil.
The Four Agreements menawarkan kebijaksanaan Toltec kuno dalam bentuk empat prinsip sederhana namun mendalam untuk dijalani sehari-hari.
Dengan berkomitmen pada kejujuran dalam kata-kata, tidak mengambil segala sesuatu secara pribadi, tidak berasumsi, dan selalu melakukan yang terbaik, pembaca diajak melepaskan beban emosional yang tidak perlu.
Buku ini menyuguhkan refleksi yang tenang tentang bagaimana kesepakatan batin membentuk realitas hidup kita, sekaligus membuka jalan menuju kedamaian dan hubungan yang lebih autentik.
Baca Juga: 8 Buku Karya Penulis Perempuan yang Bisa Mengubah Cara Pandang Anda di 2026