Growthmates, jujur saja, sebagian besar dari kita tidak pernah benar-benar diajari bagaimana uang bekerja.

Sejak kecil, kita diajarkan cara mendapat nilai bagus, lulus sekolah, kuliah, lalu bekerja. Tapi, hampir tidak ada yang menjelaskan tentang menabung, berinvestasi, utang, bunga majemuk, atau alasan mengapa gaji terasa selalu habis sebelum akhir bulan.

Kabar baiknya, ada beberapa buku yang bisa mengubah cara pandang Anda terhadap uang. Bukan janji cepat kaya. Bukan pula trik instan. Tapi ,pemahaman yang tenang, stabil, dan masuk akal, yakni jenis pertumbuhan uang yang bisa bertahan lama.

Dikutip dari Times of India, Senin (26/1/2026), berikut 5 buku yang layak Anda baca jika ingin mengembangkan uang dan memahaminya dengan lebih baik, tanpa merasa bosan atau kewalahan.

1. Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki

Bagi banyak orang, ini adalah buku keuangan pertama yang mereka baca. Dan ada alasannya.

Buku ini tidak langsung membahas saham atau pajak, tetapi pola pikir. Kiyosaki bercerita tentang dua figur ayah dalam hidupnya, yaitu satu berpendidikan tinggi dan bekerja keras namun kesulitan secara finansial, dan satu lagi seorang pengusaha yang berpikir berbeda tentang uang.

Inti pesan buku ini sebenarnya sangat sederhana, namun dampaknya kuat, yakni aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke kantong Anda, sementara kewajiban justru mengeluarkan uang dari sana.

Sayangnya, banyak orang terjebak pada kesalahan yang sama, membeli rumah besar, mobil mahal, dan menjalani gaya hidup tinggi, lalu menganggap semuanya sebagai aset, padahal diam-diam hal-hal tersebut justru menggerus pendapatan setiap bulan.

Melalui sudut pandang ini, buku ini mendorong pembaca untuk mulai berpikir seperti pemilik, bukan sekadar karyawan, fokus membangun aliran pendapatan, dan menyadari bahwa bekerja keras serta terlihat sibuk tidak selalu berbanding lurus dengan menjadi kaya.

Walaupun beberapa gagasannya masih menuai perdebatan, buku ini tetap menjadi titik awal yang sangat baik untuk mengubah cara pandang seseorang terhadap uang dan kekayaan.

2. The Psychology of Money karya Morgan Housel

Buku ini terasa sangat berbeda dari kebanyakan buku keuangan karena tidak dipenuhi rumus, grafik rumit, atau istilah teknis yang membingungkan.

Sebaliknya, isinya dipenuhi cerita-cerita singkat tentang bagaimana manusia sebenarnya bersikap terhadap uang dan mengapa uang lebih banyak dipengaruhi oleh emosi daripada angka semata.

Morgan Housel menunjukkan bahwa keputusan keuangan sering kali dipengaruhi oleh rasa takut, ego, kesabaran, dan iri hati, sehingga bahkan orang pintar pun bisa membuat kesalahan besar.

Ia menjelaskan mengapa strategi yang lambat dan terlihat membosankan sering kali lebih efektif daripada pendekatan yang tampak cerdas dan agresif, serta mengapa mempertahankan kekayaan justru lebih sulit daripada menciptakannya.

Buku ini menekankan bahwa konsistensi dan kesabaran jauh lebih berharga daripada kecerdikan sesaat, dan bahwa membandingkan diri dengan orang lain adalah cara tercepat untuk merasa tidak pernah cukup.

Alih-alih memberi tahu saham apa yang harus dibeli, buku ini mengajarkan cara berpikir tentang uang dengan lebih tenang, rasional, dan sehat.

Baca Juga: 5 Pelajaran tentang Membangun Kekayaan dari Buku 'I Will Teach You to Be Rich'

3. The Intelligent Investor karya Benjamin Graham

Ini adalah buku klasik tentang investasi. Bahkan Warren Buffett menyebutnya sebagai buku investasi terbaik yang pernah ditulis.

Namun perlu diingat, ini bukan bacaan ringan. Bahasanya detail dan serius. Tapi jika Anda ingin benar-benar memahami investasi, buku ini memberikan fondasi yang kuat.

Benjamin Graham menekankan perbedaan antara investasi dan spekulasi. Ia memperkenalkan konsep margin of safety, yaitu berinvestasi dengan ruang aman untuk kesalahan.

Salah satu konsep terkenalnya adalah “Mr. Market”, gambaran pasar yang emosional dan sering menawarkan harga terlalu mahal atau terlalu murah. Tugas investor bukan mengikuti emosi pasar, tetapi memanfaatkannya dengan bijak.

Buku ini tidak menjanjikan kekayaan cepat, tetapi membantu Anda menghindari kerugian besar, dan itu jauh lebih penting dalam jangka panjang.

4. I Will Teach You to Be Rich karya Ramit Sethi

Jangan tertipu oleh judulnya, karena buku ini sama sekali bukan tentang menjadi miliarder dalam waktu singkat, melainkan tentang bagaimana mengelola keuangan sehari-hari secara realistis dan masuk akal.

Ramit Sethi membahas hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan nyata, mulai dari cara menabung dan berinvestasi, mengelola kartu kredit dengan bijak, membangun sistem keuangan yang berjalan otomatis, hingga memahami hubungan antara uang dan gaya hidup.

Yang membuat buku ini terasa berbeda, Ramit tidak melarang pembaca menikmati hidup atau merasa bersalah saat mengeluarkan uang.

Ia justru menekankan bahwa Anda boleh membelanjakan uang untuk hal-hal yang benar-benar Anda sukai, selama fondasi keuangan tetap aman, seperti memiliki dana darurat, rutin berinvestasi, dan terbebas dari utang berbunga tinggi.

Karena itulah, buku ini sangat cocok bagi siapa pun yang menginginkan sistem keuangan yang jelas, praktis, dan bisa langsung diterapkan tanpa harus hidup terlalu hemat atau ekstrem.

5. Think and Grow Rich karya Napoleon Hill

Buku ini lebih fokus pada pola pikir daripada teknis keuangan. Gaya penulisannya memang terasa klasik, tapi pesannya masih relevan hingga sekarang.

Napoleon Hill mempelajari ratusan orang sukses dan menemukan bahwa kekayaan sering kali dimulai dari cara berpikir tentang tujuan, keyakinan, disiplin, dan ketekunan.

Buku ini sangat berguna jika Anda sering terhambat oleh rasa takut: takut gagal, takut mencoba, atau takut keluar dari zona nyaman.

Meski tidak mengajarkan analisis saham atau pajak, buku ini bisa mengubah cara Anda memandang ambisi dan kesuksesan jangka panjang.

Baca Juga: 13 Prinsip Penentu Kekayaan dan Kesuksesan dari Buku 'Think and Grow Rich' Karya Napoleon Hill