3. Mugwort: Penyeimbang untuk Kulit yang Sulit Dipahami

Kulit berminyak hari ini, kering esok hari, lalu tiba-tiba berjerawat, mugwort memahami kekacauan tersebut.

Dengan sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang kuat namun tetap lembut, mugwort menjadi bahan andalan untuk kulit yang 'tidak bisa diprediksi'.

Ia menenangkan jerawat, meredakan kemerahan, dan membantu proses penyembuhan tanpa membuat kulit kering atau sensitif.

Mugwort sangat ideal bagi mereka yang tidak cocok dengan asam kuat atau retinol. Perubahannya memang tidak dramatis, tetapi suatu hari Anda akan menyadari: kulit lebih tenang, lebih stabil, dan jarang bermasalah.

4. Beta-Glukan: Hidrasi Cerdas di Era Pasca Hyaluronic Acid

Di 2026, perhatian mulai bergeser dari asam hialuronat ke beta-glukan. Bukan tanpa alasan.

Beta-glukan mampu menghidrasi secara mendalam sekaligus membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit, kombinasi penting untuk iklim tropis dan ruangan ber-AC.

Bahan ini meresap dengan baik, menjaga kelembapan tanpa rasa lengket, dan membantu mengurangi sensitivitas dalam jangka panjang.

Kulit terasa nyaman, kenyal, dan seimbang, bukan berminyak di luar tetapi kering di dalam.

5. Ginseng Merah: Investasi Anti-Aging yang Elegan

Ginseng merah tidak pernah menjanjikan hasil instan. Dan justru di situlah kekuatannya.

Bahan ini bekerja perlahan untuk meningkatkan elastisitas, memperbaiki sirkulasi, dan membantu kulit menua dengan lebih anggun.

Alih-alih mengelupas atau memaksa regenerasi, ginseng merah memperkuat kulit dari dalam.

Hasilnya adalah kulit yang tampak segar, kencang, dan bercahaya secara alami, bukan kilap sementara, melainkan vitalitas yang tahan lama.

Baca Juga: Ingin Punya Kulit Bening ala Perempuan Korea? Ini 5 Langkah Simpelnya