Growthmates, sakit pinggang menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini bisa muncul setelah terlalu lama duduk, melakukan aktivitas fisik, mengangkat beban, atau akibat masalah pada otot dan tulang belakang.
Meski sebagian keluhan sakit pinggang dapat membaik dengan perawatan sederhana, ada kondisi tertentu yang tidak boleh disepelekan. Terlebih, jika nyeri disertai gejala lain yang mengindikasikan masalah kesehatan lebih serius.
Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Asa Ibrahim, Sp.OT, pun mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda sakit pinggang yang memerlukan pemeriksaan medis segera.
Dikutip dari unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr.asaibrahim, Rabu (3/11/2026), dr. Asa menuturkan bahwa sakit pinggang yang muncul setelah mengalami benturan, kecelakaan, atau terjatuh sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
"Kalau sakit pinggangmu itu disebabkan karena benturan, karena kecelakaan, karena habis jatuh, itu sebaiknya segera dibawa ke dokter dulu untuk dipastikan ini nggak ada sesuatu yang serius atau berbahaya ke depannya," tutur dr. Asa.
Dijelaskan dr. Asa, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat cedera pada tulang belakang atau jaringan di sekitarnya. Terlebih jika benturan yang dialami cukup keras, nyeri terasa berat, atau disertai kesulitan bergerak.
Tanda berikutnya yang perlu diwaspadai, kata dr. Asa, adalah sakit pinggang dengan nyeri berat yang menjalar, terutama jika disertai gangguan buang air kecil atau buang air besar.
Menurut dr. Asa, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya jepitan saraf yang serius dan perlu segera mendapat penanganan.
"Yang kedua adalah kalau selain sakit pinggang itu ada nyeri yang menjalar, ada nyeri yang berat yang menjalar, bahkan disertai nggak bisa buang air besar, nggak bisa buang air kecil, itu sebaiknya segera berobat. Kemungkinan ada jepitan saraf yang berat," jelasnya.
Baca Juga: Hari Artritis Sedunia, Ini Tips Menjaga Kesehatan Sendi bagi Pekerja Kantoran
Gangguan berupa sulit atau tidak bisa buang air kecil, kehilangan kendali buang air besar, atau mati rasa di area selangkangan maupun sekitar bokong dapat menjadi tanda kondisi darurat, seperti sindrom cauda equina. Jika mengalami gejala tersebut, jangan menunda pemeriksaan dan segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD).
Selain itu, sakit pinggang yang disertai demam atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu mendapatkan perhatian khusus.
dr. Asa melanjutkan, kombinasi gejala tersebut bisa menjadi petunjuk adanya kondisi yang lebih serius, termasuk infeksi atau tumor pada tulang belakang.
"Yang ketiga adalah kalau kamu nyeri tulang belakang, nyeri pinggang, tapi ada juga gejala demam, penurunan berat badan, itu bisa jadi nyeri tulang belakangmu disebabkan sesuatu yang berat seperti infeksi ataupun suatu tumor," tuturnya.
Meski demikian, gejala-gejala tersebut tidak serta-merta berarti seseorang mengalami infeksi atau tumor. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Tanda lainnya adalah sakit pinggang yang tidak kunjung membaik meskipun sudah menjalani perawatan. dr. Asa menyarankan agar keluhan yang menetap setelah menjalani fisioterapi, pengobatan, dan modifikasi aktivitas selama sekitar enam minggu hingga dua bulan diperiksakan lebih lanjut.
"Dan yang terakhir adalah kalau kamu sering sakit tulang belakang, sudah coba fisioterapi, sudah coba dilakukan pengobatan, modifikasi aktivitas selama 6 minggu atau 2 bulan tapi tetap belum membaik, sebaiknya segera berobat," katanya.
Kemudian, dr. Asa juga menjelaskan, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk mencari tahu faktor penyebab sakit pinggang, termasuk mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan seperti MRI tulang belakang apabila memang diperlukan.
"Nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, dicek nih faktor-faktornya, penyebabnya apa, sampai dengan dilakukan pemeriksaan MRI tulang belakang untuk memutuskan atau menentukan kira-kira ada penyakit yang berat atau nggak dan bagaimana kira-kira cara pengobatan terbaiknya," tandas dr. Asa.
Baca Juga: Nyeri Pinggang Belum Tentu Saraf Kejepit, Ini Penjelasan Dokter