Tiga tahun melaju di jalur Jakarta-Bandung, Kereta Cepat Whoosh mencatat sejumlah capaian yang menunjukkan perkembangan layanan sejak pertama kali beroperasi secara komersial.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat, sebanyak 18,2 juta penumpang telah menggunakan Whoosh sejak layanan komersial berbayar dimulai pada 17 Oktober 2023 hingga 16 Oktober 2026.

Tak hanya jumlah penumpang yang bertambah. Frekuensi perjalanan Whoosh juga meningkat signifikan, dari 14 perjalanan per hari pada awal operasional menjadi 62 perjalanan setiap hari saat ini.

Volume penumpang harian pun ikut tumbuh. Dari sekitar 9.000 penumpang per hari ketika pertama beroperasi, Whoosh pernah mencatatkan rekor lebih dari 26.000 penumpang dalam satu hari. Kini, kereta cepat tersebut melayani lebih dari 500.000 penumpang setiap bulan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Whoosh dalam mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari aktivitas rutin hingga bisnis dan wisata.

"Selama tiga tahun terakhir, Whoosh telah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat. Kepercayaan lebih dari 18 juta penumpang menunjukkan bahwa layanan kereta cepat semakin diterima dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perjalanan antara Jakarta dan Bandung," ujar Eva dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (26/10/2026).

Penumpang Whoosh Tembus 18,2 Juta

Jika dilihat berdasarkan periode, Whoosh melayani sekitar 1,14 juta penumpang pada Oktober-Desember 2023.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 6,06 juta penumpang sepanjang 2024. Pada 2025, jumlah pengguna kembali bertambah menjadi 6,2 juta penumpang.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga 16 Oktober 2026, Whoosh telah mengangkut sekitar 4,86 juta penumpang.

Baca Juga: HUT ke-11 KCIC, Wamenaker Harap Alih Pengetahuan Whoosh ke SDM Lokal

Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan kereta cepat untuk perjalanan Jakarta-Bandung.

Menariknya, Whoosh juga semakin banyak digunakan wisatawan mancanegara. Selama tiga tahun operasional, jumlah penumpang warga negara asing (WNA) telah mencapai lebih dari 1 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 43% atau 430 ribu penumpang merupakan warga negara Malaysia. Tingginya penggunaan Whoosh oleh wisatawan asing turut memperkuat konektivitas pariwisata antara Jakarta dan Bandung.

Tiga Tahun Operasi, Whoosh Catat Zero Accident

Bukan hanya soal jumlah penumpang, kinerja operasional Whoosh juga mencatat sejumlah capaian.

Selama tiga tahun beroperasi, KCIC menyebut Whoosh mempertahankan catatan zero accident. Tingkat ketepatan waktu perjalanan tercatat mencapai 99,4%, sedangkan tingkat kepuasan pelanggan berada di angka 95,95%.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya KCIC menjaga aspek keselamatan, keandalan perjalanan, serta kualitas pelayanan. Untuk memperingati tiga tahun operasional, KCIC juga menghadirkan sejumlah inovasi bagi pengguna.

Baca Juga: Promo 10.10 Whoosh Diskon hingga 50%, Cek Jadwal dan Cara Dapatnya!

Salah satunya Frequent Whoosher Card (FWC) edisi spesial HUT. Kartu langganan ini ditujukan bagi pelanggan rutin dengan menawarkan tarif yang lebih hemat sekaligus fleksibilitas dalam melakukan perjalanan.

KCIC juga meluncurkan Whoosh Prepaid Voucher yang dapat digunakan sebagai pilihan hadiah perjalanan, baik untuk kebutuhan perusahaan, apresiasi karyawan, hadiah pelanggan, maupun diberikan kepada keluarga dan kerabat.

Akses Stasiun Jadi Fokus Berikutnya

KCIC masih menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan jumlah penumpang sekaligus memperluas jangkauan layanan Whoosh.

Pengembangan akses Stasiun Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon menjadi salah satu fokus ke depan. KCIC juga akan memperkuat integrasi antarmoda serta memperluas kerja sama dengan mitra transportasi dan pariwisata.

Program loyalitas dan promosi tiket juga akan terus dikembangkan.

"Fokus kami ke depan adalah memperluas jangkauan layanan Whoosh agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Pengembangan akses stasiun, integrasi transportasi, dan berbagai inovasi akan terus kami lakukan untuk mendukung pertumbuhan jumlah penumpang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan," kata Eva.

Kini Operasional Whoosh Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia

Ada satu capaian lain yang menjadi bagian penting dari tiga tahun perjalanan Whoosh, yakni kemampuan SDM Indonesia untuk menangani seluruh kegiatan operasi dan perawatan kereta cepat tersebut secara mandiri.

Sejak September 2026, seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh telah sepenuhnya ditangani oleh pegawai Indonesia.

Kemampuan tersebut dicapai melalui proses transfer pengetahuan bersama tenaga profesional asal China yang berlangsung sejak 2023.

Baca Juga: Alhamdulillah... Purbaya Nggak Dikejar-kejar Utang Whoosh Lagi: Selamat Gua!

Pada awal operasional, tenaga profesional China yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC) terlibat langsung dalam kegiatan operasi dan perawatan sekaligus mendampingi SDM Indonesia.

Seiring meningkatnya kompetensi tenaga Indonesia, jumlah tenaga pendamping dari China dikurangi secara bertahap. Seluruh tenaga profesional tersebut kemudian menyelesaikan masa tugas dan kembali ke China pada Agustus 2026.

Kini, berbagai fungsi Whoosh telah dijalankan oleh SDM Indonesia, mulai dari masinis, pusat kendali operasi atau Operation Control Center (OCC), perawatan sarana, jalan rel, jembatan, terowongan, persinyalan, telekomunikasi, kelistrikan, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya.

Proses transfer pengetahuan tersebut dilakukan secara bertahap melalui pelatihan teori dan simulator, observasi, mirroring, hingga on the job training bersama tenaga profesional asal China.

SDM Indonesia kemudian menjalani praktik kerja langsung, uji kompetensi, sertifikasi, asesmen teknis, hingga serah terima tanggung jawab sebelum dinyatakan mampu menjalankan operasi dan perawatan secara mandiri.

Eva mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Whoosh tidak hanya menghadirkan transportasi modern, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguasaan teknologi kereta cepat oleh tenaga Indonesia.

"Melalui proses transfer pengetahuan yang terstruktur selama tiga tahun, tenaga Indonesia kini telah mampu menjalankan seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh secara mandiri. Ini merupakan pencapaian penting yang membuktikan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi," ujar Eva.

Tiga tahun beroperasi, Whoosh kini tak sekadar mencatat pertumbuhan jumlah pengguna. Di balik 18,2 juta penumpang yang telah dilayani, kereta cepat Jakarta-Bandung ini juga mencatat peningkatan frekuensi perjalanan, tingkat ketepatan waktu yang tinggi, hingga pengoperasian yang kini sepenuhnya ditangani SDM Indonesia.

Jadi Growthmates, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Whoosh selama tiga tahun bukan cuma soal mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga bagaimana sebuah moda transportasi baru perlahan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.