Banyak orang Indonesia mungkin langsung menunjuk nasi ketika membicarakan penyebab perut buncit. Makanan pokok yang hampir selalu hadir di meja makan ini memang mengandung karbohidrat, tetapi bukan berarti nasi otomatis menjadi biang kerok bertambahnya lemak di perut.
Justru, ada sejumlah kebiasaan makan yang sering dilakukan sehari-hari dan tanpa disadari dapat membuat asupan kalori melonjak. Mulai dari ngemil kerupuk hingga menyeruput es teh manis, kebiasaan sederhana ini bisa ikut memengaruhi berat badan.
Berikut tiga di antaranya:
1. Kebanyakan Makan Kerupuk
Bagi banyak orang, makan tanpa kerupuk terasa kurang lengkap. Namun, makanan renyah yang satu ini ternyata bisa menyumbang kalori cukup besar, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengatakan satu buah kerupuk dapat mengandung sekitar 65 kalori.
“Bayangin kalau kita hobinya ngemilin kerupuk, enggak terasa satu renteng sehari habis, berarti kita sudah memasukkan 10 x 65 kalori = 650 kalori dan pastinya tidak membuat kita kenyang,” ujar Budi.
Jika dihitung, menghabiskan 10 kerupuk saja bisa menyumbang sekitar 650 kalori. Padahal, kerupuk umumnya tidak memberikan rasa kenyang yang sebanding dengan jumlah kalorinya.
Budi bahkan membandingkannya dengan sepiring nasi lengkap yang berisi nasi putih, ayam bakar, tahu, dan tempe. Dengan jumlah kalori yang kurang lebih sebanding, makanan lengkap tersebut dinilai lebih mengenyangkan sekaligus menyediakan nutrisi yang lebih beragam.
“10 kerupuk itu hampir setara dengan proporsi 1 piring nasi lengkap lauk-pauknya yang pasti lebih bervariasi secara rasa, tekstur dan membuat rasa kenyang serta bernutrisi,” jelas Budi.
Jadi, bukan berarti harus menghapus nasi dari piring. Mengontrol makanan pendamping yang tinggi kalori juga penting.
Baca Juga: Benarkah Sering Minum Es Bikin Perut Buncit?
2. Sering Makan Menjelang Tidur
Kebiasaan makan malam terlalu larut juga bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika kamu sedang berusaha menjaga berat badan.
Idealnya, makanan terakhir dikonsumsi sekitar tiga jam atau lebih sebelum tidur. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu ritme tubuh, termasuk proses metabolisme.
Ahli gizi Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos yang dikenal sebagai The Nutrition Twins menjelaskan bahwa tubuh tetap menjalankan berbagai proses pemulihan ketika tidur. Jika sistem pencernaan masih sibuk mencerna makanan, proses tersebut dapat ikut terganggu.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan pola makan terlalu larut dengan gangguan ritme sirkadian, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pengaturan gula darah dan metabolisme lemak.
Karena itu, kebiasaan makan berat sebelum tidur sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus, terlebih jika asupan kalori harian juga sudah berlebihan.
Baca Juga: Diet Ketat Tapi Perut Tetap Buncit? Hati-Hati, Bisa Jadi Tubuhmu Kurang Serat!
3. Terlalu Sering Minum Es Teh Manis
Nah, yang satu ini mungkin paling sulit ditolak saat makan di warung atau restoran. Es teh manis memang terasa menyegarkan, tetapi kandungan gulanya bisa membuat asupan kalori harian bertambah tanpa terasa.
Selain gula yang ditambahkan saat membuat minuman, berbagai minuman kemasan juga dapat mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi. Dalam satu kemasan, kandungannya bahkan bisa mencapai sekitar 25 gram gula.
Dikutip dari Healthline, makanan dan minuman tinggi kalori menjadi salah satu penyumbang asupan gula terbesar di banyak populasi.
Masalahnya, minuman manis cenderung tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Akibatnya, seseorang bisa mendapatkan tambahan kalori dan gula dalam jumlah cukup besar tanpa merasa sudah banyak makan.
Jika asupan kalori terus melebihi kebutuhan tubuh, kelebihannya dapat disimpan sebagai lemak dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, termasuk penumpukan lemak di area perut.
Jadi, kalau selama ini nasi selalu dituduh sebagai penyebab utama perut buncit, mungkin sudah waktunya melihat kebiasaan makan secara keseluruhan. Porsi kerupuk, kebiasaan makan larut malam, hingga segelas es teh manis yang diminum hampir setiap hari juga bisa ikut menentukan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.