Perjalanan Karir
Rudi Soedjarwo dikenal sebagai sutradara yang berhasil membangun film remaja. Sebabnya, ia disebut-sebut sebagai sutradara yang ikut menandai bangkitnya industri perfilman Indonesia setelah sempat mengalami kemandekan.
Karya terpopulernya tak lain adalah Ada Apa dengan Cinta? yang mengantarkannya memeroleh penghargaan sebagai sutradara terbaik dan juga mengantarkan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama menerima anugerah Festival Film Indonesia pada perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) 2004.
Rudi Soedjarwo debut sebagai sutradara lewat film Bintang Jatuh (2000). Namanya semakin dikenal luas setelah menyutradarai film ikonis Ada Apa dengan Cinta? (2002), disusul sederet judul seperti Rumah Ketujuh, Mengejar Matahari, Tentang Dia, Mendadak Dangdut, 9 Naga, Pocong 2, Cintapuccino, Kambing Jantan, Garuda di Dadaku 2, hingga 5 Elang.
Baca Juga: Deretan Komika yang Sukses Jadi Sutradara
Pada tahun-tahun berikutnya, Rudi terus aktif lewat film Batas, Stay with Me, Algojo: Perang Santet, 13: The Haunted, Denting Kematian, Sayap-Sayap Patah, Primbon, Saat Menghadap Tuhan, dan Bila Esok Ibu Tiada.
Selain menyutradarai, Rudi juga kerap terlibat sebagai penulis skenario, produser, penyunting, hingga sinematografer, menunjukkan kiprahnya yang serbabisa di balik layar perfilman Indonesia.
Pada 2026, Rudi Soedjarwo kembali menyiapkan proyek film baru bersama produser Denny Siregar, setelah sebelumnya sukses lewat Sayap-Sayap Patah (2022) yang meraih lebih dari satu juta penonton. Film yang diduga berjudul Tanah Runtuh ini disebut mengusung pendekatan lirih dan intim dengan sudut pandang anak-anak sebagai pusat cerita.
Kisahnya menyoroti perjalanan batin para karakter dan hubungan saling ketergantungan, tentang bagaimana mereka tetap menemukan harapan dan kekuatan untuk bertahan meski dunia di sekeliling terasa runtuh.