Pengusaha asal Vietnam, Pham Nhat Vuong, tercatat sebagai orang terkaya di Asia Tenggara dengan total kekayaan mencapai US$35,8 miliar atau sekitar Rp642,29 triliun berdasarkan kurs Rp17.941 per dolar AS.
Mengutip laporan Forbes per 25 September 2026, kekayaan Pham Nhat Vuong menempatkannya di posisi teratas dalam daftar miliarder terkaya di Asia Tenggara.
Pham Nhat Vuong merupakan pendiri sekaligus chairman Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam. Kelompok usaha tersebut memiliki bisnis yang mencakup sektor properti, otomotif, ritel, kesehatan, hingga perhotelan.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan dan bisnis yang berkaitan dengan Vingroup, termasuk perusahaan otomotif VinFast dan pengembang properti Vinhomes.
Baca Juga: 10 Miliarder Terkaya di Dunia September 2026 dan Jumlah Kekayaannya
Di bawah Vuong, terdapat Jason Chang dengan kekayaan US$23,3 miliar atau sekitar Rp418,03 triliun. Jason Chang merupakan chairman ASE Technology Holding, perusahaan yang bergerak di bidang jasa perakitan dan pengujian semikonduktor.
Posisi ketiga ditempati pengusaha asal Filipina, Enrique Razon Jr., dengan kekayaan US$19,9 miliar atau sekitar Rp357,03 triliun.
Enrique Razon Jr. merupakan chairman International Container Terminal Services Inc. (ICTSI), salah satu operator pelabuhan besar di Filipina.
Sementara itu, pengusaha Indonesia Low Tuck Kwong berada di posisi keempat dengan kekayaan US$17,3 miliar atau sekitar Rp310,38 triliun.
Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Pengusaha kelahiran Singapura tersebut juga memiliki investasi di sektor energi terbarukan dan sejumlah perusahaan lainnya.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya RI September 2026
Di posisi kelima terdapat Dhanin Chearavanont dengan kekayaan US$16,8 miliar atau sekitar Rp301,41 triliun. Ia dikenal sebagai tokoh utama di balik Charoen Pokphand (CP) Group, konglomerasi yang memiliki bisnis di sektor agribisnis, makanan, ritel, telekomunikasi, hingga keuangan.
Pengusaha Thailand lainnya, Sarath Ratanavadi, menempati posisi keenam dengan kekayaan US$16,6 miliar atau sekitar Rp297,82 triliun. Ia merupakan CEO Gulf Development yang memiliki bisnis di bidang energi, telekomunikasi, dan infrastruktur digital.
Dari Indonesia, nama Prajogo Pangestu berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$16 miliar atau sekitar Rp287,06 triliun.
Prajogo merupakan pendiri dan pemegang kepentingan utama di Barito Pacific. Kelompok usaha tersebut berkembang dari bisnis kayu dan kini memiliki portofolio di sektor petrokimia dan energi.
Di posisi kedelapan ada R. Budi Hartono dengan kekayaan US$15,7 miliar atau sekitar Rp281,67 triliun. Bersama keluarganya, Budi Hartono merupakan salah satu pemilik kelompok usaha Djarum dan memiliki investasi besar di Bank Central Asia (BCA).
Kekayaan keluarga Hartono pada awalnya dibangun dari bisnis rokok kretek, kemudian berkembang ke sektor perbankan, properti, teknologi, serta berbagai investasi lainnya.
Jika melihat daftar tersebut, setidaknya ada lima nama pengusaha Indonesia yang masuk dalam 15 orang terkaya di Asia Tenggara.
Selain Low Tuck Kwong, Prajogo Pangestu, dan R. Budi Hartono, ada Anthoni Salim, Tahir, Sri Prakash Lohia, serta Otto Toto Sugiri yang juga tercatat dalam daftar tersebut.
Berikut daftar 15 orang terkaya di Asia Tenggara berdasarkan laporan Forbes per 25 September 2026:
- Pham Nhat Vuong (Vietnam): US$35,8 miliar
- Jason Chang (Singapura): US$23,3 miliar
- Enrique Razon Jr. (Filipina): US$19,9 miliar
- Low Tuck Kwong (Indonesia): US$17,3 miliar
- Dhanin Chearavanont (Thailand): US$16,8 miliar
- Sarath Ratanavadi (Thailand): US$16,6 miliar
- Prajogo Pangestu (Indonesia): US$16 miliar
- R. Budi Hartono (Indonesia): US$15,7 miliar
- Robert Kuok (Malaysia): US$12,7 miliar
- Charoen Sirivadhanabhakdi & Keluarga (Thailand): US$11,8 miliar
- Anthoni Salim (Indonesia): US$10,8 miliar
- Li Xiting (Singapura): US$10,2 miliar
- Tahir & Keluarga (Indonesia): US$9,4 miliar
- Sri Prakash Lohia (Indonesia): US$8,8 miliar
- Otto Toto Sugiri (Indonesia): US$8,2 miliar