6. The Shipping News Karya E. Annie Proulx

Quoyle memulai hidup sebagai seseorang yang penuh keraguan, rasa tidak aman, dan pengalaman penolakan. Setelah mengalami berbagai kegagalan, ia pindah ke Newfoundland dan perlahan membangun kembali kehidupannya.

Kisah ini menjadi gambaran kuat tentang resiliensi dan pertumbuhan setelah menghadapi kesulitan.

Psikologi menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk berkembang melalui pengalaman sulit. Terkadang, potensi yang tersembunyi justru muncul setelah seseorang melewati tantangan terbesar dalam hidupnya.

7. The Elegance of the Hedgehog Karya Muriel Barbery

Novel ini mengikuti kehidupan seorang penjaga apartemen yang cerdas dan seorang gadis muda berbakat yang sama-sama menyembunyikan kemampuan mereka dari dunia luar.

Cerita ini mengeksplorasi tema autentisitas, penerimaan diri, dan keberanian menampilkan jati diri.

Dalam psikologi, menekan identitas dan kemampuan pribadi dapat menghambat perkembangan seseorang. Sebaliknya, menerima keunikan diri menjadi bagian penting dari pertumbuhan dan kebahagiaan.

8. The Remains of the Day Karya Kazuo Ishiguro

Stevens, seorang pelayan Inggris, menghabiskan hidupnya mengejar kesempurnaan dalam pekerjaannya. Namun, ketika ia melihat kembali perjalanan hidupnya, ia mulai mempertanyakan pilihan, tujuan, dan kesempatan yang telah berlalu.

Novel ini menggambarkan pentingnya kesadaran diri dan evaluasi hidup.

Pesannya sangat kuat: seseorang dapat kehilangan kesempatan berkembang ketika terlalu lama hidup berdasarkan harapan orang lain dan melupakan nilai pribadinya sendiri.

9. A Gentleman in Moscow Karya Amor Towles

Setelah revolusi Rusia, Count Rostov harus menjalani hidup dalam keterbatasan karena dikurung di sebuah hotel selama puluhan tahun.

Meski kehilangan kebebasan, ia menemukan cara untuk tetap menjalani kehidupan yang kaya melalui hubungan, kreativitas, dan cara berpikir positif.

Novel ini mencerminkan salah satu prinsip penting psikologi: bukan hanya keadaan yang menentukan kehidupan seseorang, tetapi bagaimana seseorang merespons keadaan tersebut.

10. The Gray House Karya Mariam Petrosyan

Berlatar di sebuah sekolah asrama misterius untuk remaja penyandang disabilitas, novel ini mengeksplorasi identitas, rasa memiliki, dan pencarian jati diri.

Para tokohnya menghadapi batasan yang diberikan oleh orang lain, namun berusaha menemukan kekuatan dan definisi diri mereka sendiri.

Karya ini menggambarkan konsep psikologi tentang otonomi dan pembentukan identitas, yaitu kemampuan seseorang menentukan siapa dirinya tanpa sepenuhnya dipengaruhi oleh pandangan dunia luar.

Baca Juga: 10 Buku Critical Thinking yang Akan Mengubah Cara Anda Memahami AI