edekatan Tasya Farasya dan Bu Ala sudah lama menjadi salah satu hal yang paling disukai publik. Interaksi mereka yang hangat, jujur, dan sering kali spontan membuat banyak orang merasa dekat dan familiar.

Dari berbagai momen yang terlihat, ada satu benang merah yang selalu muncul. Cara keduanya melihat kecantikan yang terbentuk dari kebiasaan sehari hari, konsisten dan sangat personal. Kali ini, dinamika tersebut diterjemahkan ke dalam sesuatu yang lebih nyata.

Melalui Lip Sculptor, MOP Beauty secara resmi menghadirkan kolaborasi antara Tasya Farasya dan Bu Ala. Sebuah produk yang lahir dari kebiasaan yang sudah lama mereka bagikan, sekaligus menjadi representasi dari gaya keduanya.

Baca Juga: Hypertint MOP Comeback dengan Kemasan Baru, Siap Bikin Bibirmu On Point Seharian!

“Sebagai founder, aku selalu menghadirkan produk MOP dari hal-hal yang memang dekat dengan aku. Kolaborasi ini bukan sesuatu yang dibuat semata-mata hanya untuk campaign, tapi memang sesuatu yang sudah lama aku dan Mama ingin wujudkan bersama. Lip Sculptor jadi momen di mana keinginan itu akhirnya bisa direalisasikan, dengan standar dan pendekatan yang tetap sesuai dengan MOP,” ujar Tasya Farasya, Founder & CEO, MOP Beauty.

Lahir dari Kisah Kedekatan Ibu dan Anak 

Lip liner menjadi pilihan yang tidak terpisahkan dari cerita ini.

“sebelum semua orang mengenal lip liner, aku sudah lebih dulu pakai lip liner sejak 35 tahun yang lalu,” ujar Bu Ala, ibunda dari Tasya Farasya sekaligus sosok dan inspirasi dibalik Lip Sculptor.

“Buat saya, lip liner itu seperti pondasi. Kalau bibir tidak punya pondasi, bentuknya tidak akan maksimal dan lipstick juga tidak akan tahan lama. Pokoknya aku tidak bisa hidup tanpa lip liner.”

Kedekatan tersebut juga membentuk cara Tasya melihat pentingnya lip liner dalam makeup.

“I love lip liner so much. Aku tidak kebayang kalau tidak ada lip liner, apa yang akan terjadi pada makeup look aku,” ujar Tasya. “Itulah kenapa kita akhirnya menciptakan Lip Sculptor, untuk benar-benar membentuk bibir dan jadi base dari keseluruhan tampilan.”

Sebagai lip liner pertama dari MOP Beauty, Lip Sculptor dirancang untuk memberikan definisi yang presisi dengan hasil yang tetap halus dan mudah digunakan. Mengusung konsep “Architecture for the Lips”, Lip Sculptor hadir dengan 3-in-1 formula yang dapat digunakan untuk line, sculpt, dan fill dalam satu produk. Formula ini menciptakan efek 3D lip enhancing yang memberikan dimensi lebih penuh dan terdefinisi.

“Lip Sculptor ini teksturnya buttery, sangat smooth saat dipakai, dan hanya perlu dua sampai tiga menit untuk set dengan sempurna tanpa bergeser,” jelas Tasya. “Kita juga menghadirkan dua shades. Chestnut dengan tone kecoklatan, dan Mauve yang cocok untuk light to medium skin tone, terutama untuk yang punya warna bibir natural pink.”

Dari sisi performa, Lip Sculptor dikembangkan dengan standar formulasi dari Jerman melalui Schwan-Stabilo, menghadirkan creamy glide on texture untuk aplikasi halus, pigmentasi tinggi untuk hasil yang langsung intens, kontrol presisi untuk membentuk garis bibir dengan lebih rapi, serta ketahanan hingga 6 jam dengan hasil smudge proof.

Hadir dalam dua shade esensial, Mauve (Muted Pinkish Plum) dan Chestnut (Warm Reddish Brown), Lip Sculptor dirancang sebagai staple untuk berbagai gaya, dari natural hingga bold.

Dengan kehadiran Lip Sculptor, MOP Beauty kini semakin melengkapi lini lip product mereka, menambahkan elemen yang paling fundamental dalam membentuk tampilan bibir secara utuh. Lip Sculptor telah tersedia sejak 4 April 2026 di seluruh official marketplace MOP Beauty dengan harga Rp119.000, dan akan segera hadir di drugstore terdekat anda.

Temukan cara baru membentuk, menegaskan, dan mendefinisikan bibir melalui Lip Sculptor, produk yang lahir dari kebiasaan nyata dan kini hadir untuk menjadi bagian dari keseharian lebih banyak orang.