Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 mengangkat kekayaan kuliner Semarang melalui Kampoeng D'Kambodja Heritage milik Anne Avantie. Festival ini berlangsung pada 14–25 Oktober 2026 di Fashion Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta, sebagai upaya memperkenalkan kuliner tradisional sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia.

Penyelenggaraan WIG Culinary Festival 2026 turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank BTN yang diwakili Rully Setiawan, serta Hafiz Agung Rifai dari Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar RI, dan Alphonzus Widjaja sebagai Ketua Umum APPBI. Acara ini juga dihadiri Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana.

Pendiri Indonesia Gastronomy, Vita Datau, menilai bahwa pengenalan kuliner tradisional kepada generasi muda perlu memberikan ruang bagi kreativitas. Menurutnya, makanan tradisional tidak harus selalu disajikan dengan cara yang sama selama generasi muda tetap mengenal asal-usul dan nilai budaya di baliknya.

“Jadi, supaya makanan itu dikenal, jangan terlalu pakemnya dibatasi karena anak muda perlu kreativitas. Contohnya, gudeg dimakan dengan tambahan kerupuk itu tidak apa-apa, yang penting mereka tahu gudeg itu berasal dari mana,” ujar Vita dalam acara Opening Ceremony, pada Rabu (14/10/2026). 

Baca Juga: ISEF 2026 Mendorong Kuliner Halal Nusantara Mampu Berdaya Saing Global

Baca Juga: Tren Warteg Fancy Menjamur, Ini Strategi Bisnis Kuliner Menarik Konsumen

Selain itu, ia juga menyoroti peran media sosial dalam meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap warisan kuliner. Menurutnya, semakin banyak konten yang mengangkat warisan budaya, semakin terbuka pula kesempatan bagi generasi muda untuk mengenalnya melalui platform digital.

“Seperti di TikTok, anak-anak muda semakin tertarik dengan heritage. Tetap jadi konten, jadi platform digital dan media sosial menjadi salah satunya,” lanjutnya.

Kuliner sendiri merupakan bagian dari kehidupan sosial sehari-hari. Makanan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga menjalankan tradisi turun-temurun. Karena itu, pengenalan kuliner juga menjadi cara untuk menjaga cerita dan identitas budaya suatu daerah.

Melalui WIG Culinary Festival 2026, kuliner Semarang yang diangkat melalui Kampoeng D'Kambodja Heritage menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia. Dengan memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dan memanfaatkan media sosial, kuliner tradisional diharapkan tetap relevan tanpa kehilangan identitas serta asal-usul budayanya.