2. Kulit sehat tidak harus mulus seperti kaca

Pori-pori, garis halus, hiperpigmentasi, dan jerawat yang sesekali muncul merupakan hal wajar pada kulit manusia. Karena itu, kulit sehat tidak harus terlihat sempurna tanpa cela.

Tampilan glass skin di media sosial juga dapat dipengaruhi pencahayaan, riasan, sudut pengambilan gambar, dan filter digital. Membandingkan kulit sendiri dengan gambar yang telah disunting dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis dan mendorong penggunaan produk secara berlebihan.

3. Cara merawat kulit tanpa merusak skin barrier

Menjaga kesehatan kulit tidak harus dilakukan dengan rutinitas panjang. Pembersih wajah yang lembut, pelembap sesuai kebutuhan kulit, dan tabir surya dengan SPF minimal 30 dapat menjadi dasar perawatan sehari-hari.

Jika ingin menggunakan produk berbahan aktif, mulailah satu per satu agar respons kulit dapat diamati. Hindari eksfoliator kasar, mencuci wajah terlalu sering, serta menggabungkan berbagai bahan aktif tanpa memahami cara penggunaannya.

Apabila kulit memerah, terasa perih, mengelupas, atau menjadi sangat sensitif, hentikan produk yang dicurigai sebagai pemicu iritasi. Jika keluhan tidak membaik atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Baca Juga: 5 Tanda Skin Barrier Rusak yang Tidak Boleh Diabaikan