Menempati Jakarta International Convention Center (JICC) seluas ± 24.941 m2, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-26 akan digelar pada tanggal 4-8 Februari 2026. Pameran kerajinan tangan terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), bekerja sama dengan Mediatama Event, dengan mengusung tema besar “From Smart Village to Global Market”.
Dalam penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”. Hal itu bertujuan untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara, baik dalam menciptakan keunikan produk maupun mengolahnya menjadi sebuah peluang usaha.
Baca Juga: Dukung UMKM Sawit Indonesia, BPDP Ikut Berpartisipasi Digelaran INACRAFT 2025
“Dengan konsep ini, ASEPHI mengajak masyarakat untuk lebih mengenal proses, cerita, dan semangat para womenpreneurs, yang melalui ketekunan, sentuhan hati, dan keterampilan tangan dapat menghadirkan karya bernilai budaya yang terus berkembang mengikuti zaman. INACRAFT 2026 didedikasikan secara khusus sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan bangsa,” ujar Sekretaris Jenderal ASEPHI serta Project Officer INACRAFT 2026, Muhammad Nur Azis Bakhtiar, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026, satu hari sebelum pembukaan.
Untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja serta memudahkan pengunjung, ASEPHI melakukan kurasi peserta pameran melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product). Direktur Mediatama Event, Umi Noor Wijiati, menjelaskan, terdapat 11 zoning area:
- Main Lobby: menampilkan household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games, serta beberapa sponsor yang telah bekerja sama;
- Cendrawasih Hall dan Promenade: menyajikan batik, tenun, dan songket;
- Hall A: menampilkan wastra Indonesia dilengkapi dengan jewelry dan aksesoris;
- Assembly Hall: terdapat beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN;
- Lobby Hall A: menampilkan beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN, serta menjadi area premium yang diisi oleh para sponsor INACRAFT;
- Connecting Plenary: diisi oleh jewelry, decorative items, home decor, dan bags;
- Plenary Hall: terdapat multi-products dari Dinas/BUMN, serta berbagai produk dari International Hall dan INACRAFT Awards winning products;
- Hall B dan Lobby Hall B: produk-produk yang lebih bervariasi seperti household & housewares, batik, woven, songket, leather, fashion, muslim fashion, jewelry, accessories, gift & decorative items, serta berbagai multi-products;
- Area Mezzanine dan Hall B: terdapat area kuliner nusantara bernama Talam INACRAFT.
“Selain produk-produk menarik dan berkualitas, INACRAFT menyediakan berbagai program pendukung (insight program) berlokasi di Plenary Hall. Terdapat Craft Talkshow bersama pelaku kerajinan dan para ahli dibidangnya; Craft Workshop terkait pelatihan produk kerajinan yang dipandu langsung oleh para praktisi; Seminar Go Green yang membahas gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan; juga Art Performance yang menampilkan kesenian Indonesia. Selain itu, ada Fashion Show serta INACRAFT Appreciation Night,” ungkapnya.
Spesial di tahun ini, terdapat 2 penghargaan baru, yaitu INACRAFT Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta INACRAFT untuk mengapresiasi perajin perempuan dan INACRAFT Digital Excellence Award bagi peserta INACRAFT yang memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan berdampak pada bisnis mereka. Tak ketinggalan ada Digicraft Lounge yang selalu hadir secara offline maupun online dalam acara Podcraft, bincang-bincang mengenai dunia kerajinan bersama para penggiat kerajinan Indonesia.