Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat lebih dari 50 persen timbulan sampah nasional pada 2025 berasal dari rumah tangga. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama karena sampah yang tercampur dengan residu organik akan kehilangan nilai daur ulangnya dan semakin membebani tempat pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya kian terbatas.
Melihat kondisi tersebut, PT Uni-Charm Indonesia Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program 'Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!' yang digelar di Kabupaten Karawang pada 29 April 2026.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Karawang dan KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu.
Kegiatan menyasar ibu rumah tangga, termasuk anggota PKK dan kader Posyandu, sebagai pihak yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan memilah sampah langsung dari sumbernya.

Melalui kegiatan ini, Unicharm juga menunjukkan dukungannya terhadap penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) atau Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas, yakni pendekatan yang menempatkan tanggung jawab produsen hingga pada pengelolaan sampah pascakonsumsi.
Dalam program edukasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah sebesar 30 persen pada 2029.
Selain edukasi, Unicharm juga mendonasikan fasilitas tempat sampah 'Drop Box EPR' di Desa Warung Bambu sebagai sarana pendukung kebiasaan memilah sampah.
Warga diajak menerapkan tiga langkah sederhana sebelum membuang sampah, yakni mengosongkan dan melipat kemasan, menjaga sampah tetap bersih dan kering, serta memasukkannya ke drop box sesuai kategori seperti organik, nonorganik, maupun sampah plastik.
Agus Yuniarto, selaku Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Kelompok Sub. Substansi Pengendalian B3, Limbah B3 dan Non B3 dari DLHK Kabupaten Karawang, mengapresiasi langkah Unicharm yang turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik langkah Unicharm yang turun langsung ke akar rumput untuk mengedukasi warga. Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah,” tutur Agus.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan memilah sampah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.
“Dengan memilah sampah, masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang lari ke TPA. Ke depan, kami berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga demi bersama merealisasikan peta jalan pengurangan sampah nasional,” lanjut Agus.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yasutaka Nishioka, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
“Di Unicharm, kami memiliki slogan Ethical Living for SDGs, yang bermakna menerapkan kebaikan kecil di kehidupan sehari-hari demi berkontribusi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” kata Nishioka.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak 2022, Unicharm secara konsisten menjalankan berbagai program edukasi lingkungan yang telah menjangkau lebih dari 1.000 masyarakat dan pelajar di berbagai daerah di Indonesia.
“Unicharm akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan lingkungan serta memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.
Baca Juga: Unicharm Dukung Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Edukasi Caregiver