2. Regenerasi Kulit

Pendekatan regeneratif akan semakin populer, dengan fokus pada proses penyembuhan alami kulit. Terapi berbasis sel punca, seperti nanofat, PRP (Platelet-Rich Plasma), eksosom, dan polinukleotida, diprediksi menjadi fondasi perawatan jangka panjang.

3. Peremajaan Pencegahan

Kesadaran akan penuaan dini membuat generasi muda mulai beralih ke peremajaan preventif. Prosedur seperti baby botox, produk medis dermatologis, hingga terapi cahaya merah mulai digunakan sejak usia 20–30-an untuk menjaga kualitas kulit sejak dini.

4. Estetika Berbasis AI

Kecerdasan buatan akan memainkan peran penting dalam personalisasi perawatan kulit. Analisis biomarker yang dikombinasikan dengan pemetaan kondisi kulit memungkinkan penyusunan rencana perawatan yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan individu. AI juga berpotensi menyatukan standar kecantikan global yang lebih inklusif dan berbasis data.

5. Pusat Perawatan Kulit untuk Umur Panjang

Ke depan, semakin banyak perusahaan yang beralih ke konsep skin longevity clinics, pusat perawatan yang menggabungkan dermatologi, estetika, dan layanan peningkatan umur panjang lainnya dalam satu ekosistem terpadu.

Baca Juga: Tak Lekang oleh Waktu, Ini 5 Ritual Perawatan Rambut Kuno yang Kembali Populer